Ada Apa Dengan Tim Nasional Argentina?

Ada Apa Dengan Tim Nasional Argentina?

Argentina yang kembali diperkuat Lionel Messi di luar dugaan harus mengakui keunggulan Venezuela dengan skor 1-3 dalam laga persahabatan Internasional yang dihelat di Wanda Metropolitano, Madrid, beberapa waktu lalu. Lionel Messi dan kolega tak mampu berbuat banyak dan harus pasrah diberondong tiga gol oleh tim lawan.

Akibat kekalahan ini, banyak yang bertanya. Apa yang sebenarnya terjadi dengan Tim Nasional Argentina?

Ditugaskan sebagai pengganti sang dewa sepak bola, Diego Maradona, Lionel Messi tak mampu tampil maksimal dibawah panji Tim Tango. Ia tak segemilang seperti saat memakai jersey kebesaran FC Barcelona. Sihirnya luntur dan menimbulkan banyak pertanyaan.

Apa semua keterpurukan Tim Nasional Argentina layak disematkan di bahu Lionel Messi? Sepertinya tidak.

Memang benar jika penampilan Lionel Messi di Timnas Argentina tak seapik kala dirinya merumput bersama el Barca. Legenda sepakbola Negeri Tango, Daniel Passarella, bahkan menyebut ada yang salah dengan La Pulga setiap kali membela Albiceleste. Messi disebutnya merupakan pemain berbeda, dari yang tampak di Barcelona.

“Messi adalah pemain hebat yang bisa memberikan banyak hal pada setiap tim yang dibelanya,”

“Namun ketika Messi bermain untuk Barcelona, sikapnya tampak berbeda. Dia bermain jauh lebih baik di sana. Kadang hal-hal macam itu memang terjadi di sepakbola. Kamu bermain bagus untuk tim dan mereka mencintaimu, tapi di sisi lain kamu merasakan ketidaknyamanan dan ada sesuatu yang tidak cocok,”

“Aku tidak bisa tahu apa itu, tapi sesuatu yang jelas kamu atau Messi rasakan dari dalam hatinya,”

Namun kembali lagi, tidak adil rasanya bila semua ketidakmampuan Argentina dalam meraih gelar hanya menjadikan Messi sebagai sumber masalah. Lihat saja, ada nama-nama besar seperti Aguero, Di Maria, Higuain, hingga pemain berbakat seperti Paulo Dybala.

Meski tenar bersama klub masing-masing, nyatanya mereka tak mampu membawa Argentina terbang tinggi. Di Negeri Beruang Putih, Argentina harus takluk dari Timnas Prancis yang terus melaju hingga mampu raih trofi juara. Tim Tango takluk dari Tim Ayam Jantan dengan skor 3-4 pada Babak 16 Besar Piala Dunia 2018.

Parahnya lagi, Argentina harus mengukir rekor buruk dari kekalahan tersebut. Argentina merasakan untuk kali pertama kekalahan meski mencetak tiga gol. Catatan itu menjadi rekor dalam 430 laga kompetitif secara keseluruhan.

Tak hanya itu, Argentina juga menjadi tim pertama sejak Uni Soviet pada 1986, yang mencetak tiga gol di pentas Piala Dunia, namun gagal meraih kemenangan. Takluk dari Prancis juga menambah panjang deretan catatan negatif Tim Tango kala bersua tim asal Eropa.

Catatan buruk juga tak hanya dialami Argentina pada gelaran Piala Dunia 2018. Di fase kualifikasi, mereka juga tak tampil maksimal hingga terancam tak tampil di Russia. Dari 17 pertandingan yang dilakoni, Argentina hanya melesakkan 16 gol atau kedua paling sedikit dari Bolivia yang menorehkan 14 gol sepanjang kualifikasi.

Memiliki banyak pemain berkualitas justru membuat pelatih Argentina kala itu bingung. Keunggulan tersebut tidak bisa diramu dengan baik oleh Jorge Sampaoli. Dia seperti kesulitan membentuk formasi yang pas untuk Argentina.

Melihat negaranya tak punya wibawa di mata dunia, Diego Maradona murka. Dia mengatakan jika seluruh pemain tak pantas memakai jersey bersejarah Negri Tango. Maradona yang kecewa lalu berujar,

“Aku adalah orang yang sangat Argentina dan aku merasa menjadi bagian dari grup pemain serta pelatih yang berbeda. Aku tahu Oscar Ruggeri, Gabriel Batistuta, Claudio Caniggia, tim ini sangat tidak pantas mengenakan kostum tersebut,”

Meski berang, Maradona juga tak ingin menyalahkan Lionel Messi. Ia malah meminta pemain milik FC Barcelona itu untuk mengabaikan segala kritik. Sebab, kekalahan tersebut bukan kesalahannya. Menurut sang legenda, Timnas Argentina memang buruk.

Menurut pengamatan football lovers, siapa yang layak mengambil tanggung jawab atas keterpurukan Tim Nasional Argentina?

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *