Simbiosis Mutualisme Antara Gattuso dan Andrea Pirlo

Simbiosis Mutualisme Antara Gattuso dan Andrea Pirlo

AC Milan pernah menjadi klub paling disegani seantero dunia saat memiliki dua pemain tengah berbeda karakter, Andrea Pirlo dan Gennaro Gattuso.

Andrea Pirlo dikenal sebagai pemain kalem nan kharismatik. Jika bola sudah berada di kakinya, maka saat itu juga seluruh pertandingan akan berada didalam genggamannya. Mulai dari umpan terukur hingga tembakan mengarah tepat kedalam gawang, semua bisa terjadi bila Pirlo sudah beraksi.

Sementara Gattuso, pemain ini dikenal sebagai preman lapagan. Ia dikenal garang dan sangat emosional. Sering menekel keras lawan hingga tak mampu mengontrol diri merupakan ciri yang tersemat begitu dalam pada diri Gennaro Gattuso. Namun tim justru sangat diuntungkan dengan ketangguhannya itu.

Perbedaan itulah yang akhirnya menciptakan sebuah harmoni sempurna diatas lapangan. Ketika melihat Pirlo dan Gattuso bermain, maka kita akan melihat sang seniman dan seorang pejuang sedang bergelut melukis karya indah yang sering disebut dengan ‘kemenangan’.

Andrea Pirlo mengaku jika tanpa Gattuso, dia bukanlah siapa-siapa. Tak heran memang karena keduanya bermain bersama selama kurang lebih 20 tahun. Mereka menghabiskan banyak waktu bersama di AC Milan dan meraih banyak trofi di sana. Persahabatan mereka juga sudah terjalin sejak masih remaja, ketika sama-sama memperkuat Timnas Italia U-15.

Sederhananya, Pirlo tidak akan leluasa menunjukkan magisnya ketika tak ada Gattuso di sekitarnya. Sejak awal kariernya Pirlo memang dikenal sebagai pemain yang kurus dan tidak memiliki kemampuan bertahan yang baik. Dengan adanya Gattuso, maka pemain lawan yang berusaha merebut bola akan segera diatasi oleh pemain garang itu.

Akan tetapi, Gattuso justru menyebut jika Pirlo-lah yang sangat berjasa dalam karier dan permainan sepak bolanya. Karena tak memiliki kualitas yang sempurna, Gattuso merasa hebat saat bermain bersama Pirlo.

“Pirlo memberikan bantuan yang luar biasa dalam perjalanan karierku. Ketika aku dalam kesulitan, aku hanya perlu memberikan bola kepadanya,”

Mantan pemain Perugia ini punya cara unik untuk memberikan pujian pada Pirlo.

“Ketika aku menyadari bahwa aku dan Pirlo memainkan olahraga yang sama, aku hampir berpikir untuk mengubah karier karena aku minder dengan kualitas yang ia miliki.”

“Pirlo adalah sosok orang yang punya kepintaran luar biasa serta kredibilitas yang hebat. Kualitas yang dimilikinya membuat ia bisa bermain di peran apapun dalam sebuah skema permainan sepak bola.”

Kedekatan Gattuso dan Pirlo tidak sebatas kata-kata manis belaka. Keduanya adalah sahabat karib. Ketika orang-orang melihat Gattuso sebagai sosok yang garang, Pirlo justru adalah orang yang paling berani mengerjai pemain yang kini melatih AC Milan itu.

Dalam biografinya berjudul I Think Therfore I Play, Pirlo mengisahkan bagaimana dia megerjai Gattuso. Ketika itu, Pirlo sempat menawarkan adik perempuan Gattuso pada Adriano Galliani dan Ariedo Braida.

“Aku bernegosiasi dengan Galliani dan Braida mewakili Gattuso dengan mengirim satu pesan singkat: Dear Ariedo Braida, jika kamu memberikan apa yang aku inginkan, kamu bisa memiliki adik perempuanku.”

“Gattuso mengetahui hal itu dan dia memukuliku, kemudian menelepon Braida. ‘Itu cuma gurauan bodoh Pirlo’ kata Gattuso ke Braida.”

Selain hal tersebut, Pirlo juga pernah menceritakan jika beberapa pemain AC Milan pernah absen gara-gara ditusuk garpu oleh Gattuso.

Ketika itu, Gattuso dikerjai oleh beberapa pemain AC Milan, termasuk Pirlo. Karena kesal, Gattuso mengambil garpu dan menusuk rekan-rekannya hingga beberapa dari mereka terluka. Saat absen pada sebuah pertandingan, tim hanya memberi tahu jika pemainnya mengalami cedera otot.

Meski sering menjadi korban keisengan Pirlo, Gattuso tetap menjadikannya sahabat terdekat. Gattuso yang kini menjadi pelatih AC Milan tetap menyukai Pirlo meskipun keduanya sempat terpisah ketika Pirlo memilih hengkang ke Juventus pada 2011.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *