Outfit Para Manajer Top Eropa

Outfit Para Manajer Top Eropa

Kita terbiasa menikmati sepak bola di akhir pekan dengan menyaksikan suguhan gol-gol indah, keributan antar pemain, atau kontroversi keputusan wasit. Di sisi lain, ada pemandangan lain yang bisa kita saksikan di tepi lapangan, yakni para pelatih dan bagaimana cara mereka berpakaian.

Pandangan mainstream umumnya menggambarkan para pelatih sebagai seorang pria berkemeja rapi, berdasi, dengan sepatu mengkilat yang berdiri di tepi lapangan. Konon, pakaian seperti itu digunakan sejak sepak bola masih identik dengan kaum buruh pada akhir abad ke-19 di Inggris. Dengan berpakain rapi, para pelatih mencoba menyejajarkan diri dengan kaum eksekutif. Para pelatih yang seakan hendak berkata “Aku bos di sini” tersebut masih sering kita jumpai. Lihat saja cara berpakaian Antonio Conte, Ernesto Valverde, Zinedine Zidane, hingga Roy Hodgson.

Dalam dunia mode sebelah, ada pula para pelatih yang memakai setelan olahraga, dengan celana training, serta kaos yang ditutupi jaket latihan. Pelatih Bournemouth Eddie Howe tak pernah melepas setelan wajibnya tersebut. Mauricio Pochettino kadang terlihat memakai setelan latihan. Sementara itu, bagi Antonio Conte, memakai setelan latihan adalah sebagai bentuk protes pada manajemen bahwa ia perlu disokong lebih banyak di bursa transfer, seperti yang dilakukannya di Chelsea pada musim lalu. Versi lebih ekstrem ditunjukkan eks pelatih Burnley, Owen Coyle. Ia sering terlihat mendampingi timnya di laga resmi dengan berseragam layaknya para pemain, lengkap dengan jersey, celana pendek, sepatu, dan kaus kaki.

Dalam kacamata taktik, pakaian sang pelatih bisa jadi menggambarkan bagaimana cara bermain timnya. Sebagai contoh, Pep Guardiola pernah dijepret di samping pelatih Burnley, Sean Dyche. Pakaian mereka mencerminkan siapa mereka dan apa yang mereka suguhkan di lapangan. Dyche yang bukan fashionista membawa Burnley bermain dengan gaya Inggris konservatif yang mengandalkan pertahanan, sementara Guardiola yang lebih modern, sering memakai sweater, terkenal memainkan sepak bola yang enak ditonton.

Gaya saklek Dyche senada dengan mentor-mentornya, Sam Allardyce atau Tony Pulis. Di pihak Guardiola, beberapa pelatih muda seperti Domenico Tedesco dan Julian Nagelsmann terlihat mengikuti jejaknya. Mereka tak pakem pada standar pakaian tertentu, serta malah terus menampilkan jati diri mereka sebagai pelatih muda yang lebih peka terhadap fashion.

Demikian pula dengan Diego Simeone. Ia sering terlihat dengan sepatu, celana, jas, kemeja, dasi, bahkan mantel serba hitam. Pakaian bergaya John Wick ini setidaknya menggambarkan gaya bermain Atletico Madrid yang keras, tak kompromi, dan cenderung terlihat ingin selalu mematahkan kaki lawan.

Di level antar negara, Joachim Low yang sering tampil kasual dengan kaus dan sweaters tampak menjadi simbol peremajaan timnas Jerman. Ia membawa kebaruan bagi timnas Jerman, memasukkan pemain muda dalam skuad yang menjadi juara dunia, dengan penampilan yang tampak cerah.

Gareth Southgate juga sempat menggegerkan Inggris pada Piala Dunia 2018 lalu. Ia tampil necis dan modis dengan memakai kemeja panjang yang dilapisi waistcoast atau rompi formal, serta menghiasi diri dengan dasi dan jam tangan. Dengan harga 65 pounds (Rp1,2 juta) penjualan rompi yang dipakai Southgate tersebut dikabarkan meningkat drastis selama Piala Dunia 2018.

Sebagai penutup, beberapa orang menganggap pakaian dapat menjelaskan karakter si pemakai. Jadi, ketika Jose Mourinho memakai pakaian bergaya Darth Vader seperti ini, bisa diartakan ia punya ambisi untuk menaklukkan sepak bola dunia, serta seluruh galaksi far far away.

Satu catatan bagi para pelatih muda, jangan sampai pakaian yang kalian kenakan justru menjadi bumerang bagi sendiri. Steve McClaren sampai saat ini identik dengan sebutan “si bodoh yang memakai payung” akibat gagal meloloskan Inggris ke Euro 2008. Atau, Arsene Wenger yang selalu kesulitan dengan resleting mantel resmi Arsenal, apa pun modelnya.

Sebentar, adakah di sini football lovers yang memakai setelan kemeja berdasi rapi kala bermain Football Manager?

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *