Kisah Pique Yang Ketakutan Setengah Mati Karena Roy Keane

Kisah Pique Yang Ketakutan Setengah Mati Karena Roy Keane

Gerrard Pique menjadi salah satu bek tertangguh di dunia saat ini. Memiliki fisik dan ketahanan tubuh yang luar biasa, dirinya mampu meraih banyak gelar bergengsi bersama La Blaugrana. Namun sebelum kembali ke Barcelona, Pique pernah bermukim di Inggris. Tahun 2004, ia membela Manchester United hingga 2008.

Bersama Manchester United, nasibnya tak terlalu mujur, ia sulit menembus skuat utama hingga memutuskan untuk pulang ke Spanyol. Selain karier yang tak berjalan mulus, Pique juga pernah mendapat pengalaman menakutkan, ia mengaku hampir kencing di celana gara-gara Roy Keane.

Ya, Roy Keane merupakan salah satu penggawa setan merah yang memiliki tempramen tinggi. Ia dikenal garang dan tak segan main tangan saat mendapati orang yang tak sepaham dengannya. Pria asal Irlandia tersebut memang dikenal sebagai pribadi yang keras, baik secara fisik maupun mentalitas.

Ketika masih aktif bermain, kita ingat bahwa Keane tak pernah memberi ampun kepada lawannya.

Hal tersebut memang benar adanya, watak keras dan menakutkan Roy Keane benar-benar membuat Pique ketakutan setengah mati.

Kala itu, tepatnya di tahun 2006, Pique muda tengah mempersiapkan diri untuk tampil di Old Trafford, namun ia justru menyulut emosi kapten United, Keane, yang begitu dikenal tegas dan emosional karena ponselnya bergetar di ruang ganti.

“Itu adalah salah satu partai perdanaku di Old Trafford, kami di ruang ganti tengah bersiap dan aku merasa sangat gugup,”

“Bayangkan saja, aku baru berusia 18 tahun dan duduk di ruang ganti yang kecil tengah memakai kaus kaki di sebelah Ruud van Nistelrooy, Ryan Giggs dan Rio Ferdinand. Aku tidak ingin terlihat. Aku hanya berpikir ‘Lakukan tugasmu dan jangan sampai kelihatan’.”

Keane yang dibuat tak nyaman dengan deringan ponsel tersebut, mencari pemiliknya dengan begitu bernafsu hingga Pique sempat tak berani mengakuinya.

“Jadi kami duduk di sana menunggu Sir Alex Ferguson untuk datang dan berbicara dengan kami. Ruang ganti itu sangat kecil sehingga kaki kami hampir bersentuhan. Tidak ada ruang tersisa sama sekali,”

“Itu benar-benar sunyi. Tiba-tiba saja, kalian bisa mendengar sedikit getaran. Sangat halus. Roy memandangi ruang ganti. Aku menyadari itu. Itu dari ponselku. Aku membiarkannya bergetar dan ponsel itu ada di saku celanaku yang dimasukkan dalam kantong tas yang menggantung tepat di belakang kepala Roy.”

Momen tersebut sungguh membuat Pique ketakutan. Ia masih muda diantara yang lain dan berada pada posisi yang sangat tak diinginkan. Karena tidak ada yang mengaku, Keane terus mencari siapa pemilik ponsel itu. Setelah suasana terus hening, Pique akhirnya berani mengaku,

“Dia berteriak ke semua orang, ‘Ponsel siapa itu!?’ Sunyi. Dia bertanya lagi. Sunyi. Dia bertanya untuk kali ketiga. ‘Ponsel. Siapa. Itu!? Akhirnya aku berbicara, seperti bocah, berkata sangat pelan, aku bilang, ‘Maaf, itu punyaku’.

Setelah tau siapa pemilik ponsel tersebut, Roy Keane kehilangan akal sehatnya. Dia berubah menjadi gila di depan semua orang dan membuat Pique hampir kencing dicelana.

Menceritakan pengalaman tersebut, Pique menganggap jika itu adalah satu dari seribu kesalahan yang pernah ia lakukan di United. Namun dirinya juga mendapat banyak pelajaran dari kesalahan itu.

Melihat fenomena sekarang, Pique hanya bisa tersenyum karena tiap pemain bisa dengan bebas memainkan ponselnya di ruang ganti. Berbeda dengan dulu dimana ia masih menetap di Old Trafford. Terlebih, dirinya berada satu ruangan dengan sang legenda seperti Roy Keane.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *