Ibrahimovic vs Class of 92: Perseteruan Para Legenda Manchester United

Ibrahimovic vs Class of 92: Perseteruan Para Legenda Manchester United

Zlatan Ibrahimovic merasa warisan besar Sir Alex Ferguson terlalu membelenggu siapa pun yang berusaha membangun Manchester United. Dalam wawancara terbaru dengan The Mirror, Ibrahimovic mengungkap lingkungan unik yang ia temui selama memperkuat Setan Merah. Ibrahimovic berani mengklaim, semua elemen di United masih terpaku pada kebesaran Ferguson, sehingga tak mampu melangkah ke depan.

Ibra mencontohkan kritikan yang diterima Paul Pogba. Pogba merupakan produk akademi United yang dilepas pada 2012 oleh Sir Alex Ferguson. Ketika Pogba ditebus kembali oleh United pada 2016 dengan harga rekor dunia, ia menampilkan performa tak konsisten. Paul Scholes pernah menyebut Pogba, “Terlalu lama untuk menjadi dewasa”. Sementara itu, Gary Neville tak menyembunyikan ketidaksukaannya pada Pogba terkait aktivitas berlebihannya di media sosial.

Bagi Ibra, kritikan Scholes dan Neville tersebut merupakan wujud loyalitas pada Sir Alex. Pogba telah dibuang oleh Sir Alex, jadi Scholes dan Neville perlu membela keputusan bosnya dengan terus mengkritik Pogba.

Secara terus terang, Ibra bahkan geram pada para alumnus Class of 92 kerena selalu mengkritik Manchester United. Class of 92 adalah sejumlah pemain muda yang menjuarai Piala FA Junior pada tahun tersebut di bawa asuhan Eric Harrison, yang pada perkembangannya melahirkan pemain legenda seperti Neville bersaudara, Scholes, Ryan Giggs, Nicky Butt, dan David Beckham.

“Mereka tidak bekerja di sana (United) lagi. Mereka bekerja di televisi dan mengkritik sepanjang waktu karena mereka tidak aktif lagi di klub,” ucap Ibra pada The Mirror. Menurut Ibra, kontribusi terbesar para pemain pada mantan klubnya adalah dengan bekerja di klub tersebut. Apalagi, dengan kondisi United yang belum lepas dari bayang-bayang Sir Alex, para pemain seharusnya berhenti mengkritik dan sebaiknya mengabdi di klub.

Ibra bahkan mengganti julukan para legenda tersebut. Dari Class of 92, menjadi “Circle of Ferguson”.

Tentu saja, pernyataan Ibra membuat berang elemen Class of 92. Membandingkan Ibra, yang “hanya” mencatat 53 penampilan dan 29 gol untuk United, sementara Neville dan kawan-kawan punya berkali lipat caps dan trofi, rasanya tak setara.

Ryan Giggs, pemegang rekor penampilan terbanyak United sepanjang sejarah dengan 963 penampilan, menyemprot balik Ibra. Sembari mengoreksi pernyataan Ibra, Giggs menyerang pendapat Ibra. “Hanya Nicky (Butt) yang bekerja di United saat ini (sebagai kepala akademi), tapi jika kita sudah bermain lebih dari 2.000 pertandingan, kami pasti punya opini. Kadang positif, kadang negatif.”

Secara satir, Giggs berucap ketus, “Mungkin Ibra tahu lebih banyak tentang United daripada kami.”

Giggs dan rekan Class of 92, jika seluruh penampilan mereka digabungkan, mencatat 3.450 penampilan dalam dua dekade berkarier di Old Trafford, jauh lebih banyak daripada Ibra. Sementara Class of 92 berhasil menyabet dua digit titel Premier League, Ibra cuma dapat Liga Europa dan Piala Carabao.

Jadi, bagi football lovers pendukung Manchester United, berada di pihak mana kalian?

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *