Analisis Singkat Perempat Final Liga Champions

Analisis Singkat Perempat Final Liga Champions

Liga Champions semakin mendekati akhir. Delapan klub terbaik telah diketahui. Ajax Amsterdam, Juventus, Liverpool, Porto, Tottenham, Manchester United, Manchester City, dan Barcelona. Delapan klub tersebut telah diundi oleh UEFA, menghasilkan laga-laga akbar seperti berikut…

Ajax vs Juventus

Ajax terlihat inferior di hadapan Juventus. Terakhir kali De Godenzonen menang atas Juventus yakni pada final Piala Champions 1973. Terakhir kali mereka bertemu adalah pada semifinal Liga Champions 1996/97, saat Juventus menang agregat 6-2.

Dengan begitu, Juventus bisa dikatakan semakin dekat dengan trofi yang mereka idamkan. Mereka dalam perjalanan meraih scudetto kedelapan secara beruntun, tapi mentok hanya jadi runner-up dua kali di Liga Champions.

Akusisi Cristiano Ronaldo dengan harga tiga sembilan digit euro pada musim panas lalu sudah membuahkan hasil. Ronaldo sendirian membalikkan keadaan bagi Juventus melewati hadangan Atletico Madrid pada babak 16 besar.

Ajax bermain melebihi ekpektasi pada Liga Champions musim ini. Mereka tidak kalah dari Bayern Munich di fase grup, serta menyingkirkan Real Madrid pada babak 16 besar. Dusan Tadic dan Hakim Ziyech jadi aktor utama di lini depan. Dengan tambahan mutiara muda seperti Frenkie de Jong dan Matthijs de Ligt, mereka cukup punya peluang untuk melaju hingga semifinal.

Porto vs Liverpool

Pada babak 16 besar Liga Champions musim lalu, Liverpool menghempaskan Porto dengan agregat 5-0. Dalam riwayat pertemuan di kompetisi Eropa, Liverpool juga tak pernah kalah dari Porto dalam enam pertandingan.

Porto, bersama Ajax, adalah kejutan terbesar Liga Champions musim ini. Pelatih Sergio Conceicao telah mengubah Porto menjadi tim yang mengandalkan fisik. Pada musim ini, pilar utama mereka meliputi Alex Telles, bek kiri yang rutin mengirim assist serta menjadi eksekutor penalti, Eder Militao, karang tangguh yang sudah dibeli Real Madrid, hingga Danilo, gelandang bertahan yang cukup alot. Jangan lupa pula masih ada pemenang tiga titel Liga Champions, Iker Casillas.

Hambatan bagi Liverpool praktis hanya kengototan para pendukung bahwa gelar Premier League lebih penting daripada prestasi di kompetisi Eropa. Jurgen Klopp bisa jadi terpengaruh permohonan pendukung agar menginjak pedal gas di kompetisi domestik dan menginjak pedal rem di kompetisi Eropa.

Manchester United vs Barcelona

Dua pertemuan terakhir antara Manchester United dan Barcelona di Liga Champions adalah pada laga final edisi 2009 dan 2010. Barcelona menyapu bersih dua laga tersebut, dengan Lionel Messi mencetak satu gol pada masing-masing laga.

United yang sedang moncer sejak ditangani Ole Gunnar Solskjaer mungkin tak perlu minder menghadapi Blaugrana. Mereka berada dalam kondisi paling sempurna untuk menyiapkan diri menghadapi laga sesulit apa pun berkat sentuhan positif Solskjaer. Namun, perlu diingat, walaupun melaju ke 8 besar, kita tak bisa menyembunyikan fakta bahwa Paris Saint-Germain tampil lebih dominan pada 16 besar.

Dominasi dari tim lawan, apalagi sekaliber Barcelona, amat memungkinkan membuat United tenggelam. Apalagi jika menilik performa Messi saat melawan Lyon pada 16 besar. Jika Messi sudah mengeluarkan sihirnya, nyaris tak ada sistem bermain apa pun yang dapat menghentikannya.

Tottenham vs Manchester City

Sepanjang sejarah bertemu Tottenham di kompetisi domestik, Manchester City mampu memenangi 61 laga, kalah dalam 60 kesempatan, serta berbagi angka dalam 35 pertandingan. Ini adalah perjumpaan pertama kedua klub di kompetisi Eropa.

Pep Guardiola memenangi tiga pertemuan terakhirnya melawan anak asuh Mauricio Pochettino. Jika menilik skuad saat ini, City terlihat bisa menyingkirkan Tottenham. Apalagi, Guardiola sudah berujar kesuksesannya di City lebih akan ditentukan prestasi mereka di kompetisi Eropa.

Tottenham sedang dalam tren buruk di Premier League, tapi mampu memenangkan dua leg melawan Borussia Dortmund pada babak 16 besar. Para  personil yang bergantian cedera sejak awal musim, satu per satu kembali merumput. Harry Kane dan Dele Alli sudah sepenuhnya fit. Pochettino tak menutupi ia punya ambisi besar di Liga Champions, tapi realita di Premier League yang sedang membuat Spurs rawan terlempar dari empat besar bisa jadi akan mengurangi kengototan Spurs pada kesempatan kali ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *