Taktik Jitu Allegri yang Membuat Ronaldo Meledak Kontra Atletico

Taktik Jitu Allegri yang Membuat Ronaldo Meledak Kontra Atletico

Cristiano Ronaldo sekali lagi membuktikan diri sebagai salah satu pemain terbaik sepanjang masa. Ia memborong tiga gol dalam laga Juventus kontra Atletico Madrid, yang membuat Juventus melaju ke perempat final Liga Champions. Harus diakui, pengaruh Ronaldo memang besar, tapi tiga gol sang megabintang tak akan pernah terjadi jika bukan karena kerja keras keseluruhan tim. Dalam hal iini, pelatih Massimiliano Allegri patut mendapat kredit.

Lantas, apa yang dipersiapkan Allegri agar Ronaldo berada dekat dengan gawang Atletico?

Sama seperti di leg pertama, Juventus dan Atletico tak mengubah formasi di leg kedua. Juve memberdayakan formasi 4-3-3, sementara Atletico masih saklek dengan 4-4-2.

Di atas kertas, Atletico tampil dengan kekuatan tergerus karena Thomas Partey dan Diego Costa terkena akumulasi kartu, sementara Filipe Luis sedang cedera. Para pengganti mereka bukan pemain yang berposisi sama. Santiago Arias merupakan seorang bek kanan yang menggantikan Filipe Luis, Thomas Lemar yang lebih bertipe winger menggantikan gelandang bertahan Thomas Partey. Sementara itu Morata memang berposisi sama dengan Costa, tapi Morata termasuk sangat santun untuk ukuran pemain asuhan Diego Simeone.

Jadi, jika pun Atletico tetap menerapkan strategi yang sama, para pemain yang digunakan tak sepadan dengan para pilar utama. Tentu saja, hal ini dimanfaatkan Allegri dengan brilian. Federico Bernardeschi yang lebih berotot dan lebih mampu mengirim umpan silang dimainkan untuk mengisi tempat Paulo Dybala.

Seperti ditulis Ardy Nurhadi Shufi di Panditfootball, Cristiano Ronaldo akan beroperasi di sisi kiri jika tak menguasai bola, lantas akan berpindah menemani Mario Mandzukic di kotak penalti jika Juve menyerang. Jika sedang menyerang, posisi para bek sayap, yakni Joao Cancelo di kanan dan Leonardo Spinazzola di sisi kiri, akan overlap sangat ke depan hingga sejajar dengan kotak penalti lawan.

Formasi menyerang seperti ini diterapkan guna menyeimbangkan jumlah pemain di sepertiga akhir lapangan karena Atletico bertahan dengan menggunakan garis pertahanan rendah, yakni barisan empat bek yang dilapis barisan empat gelandang. Opsi serangan yang dipilih Alleggri ialah menghujani kotak penalti Atleti dengan umpan silang, memanfaatkan superioritas Mandzukic dan Ronaldo di udara.

Hasilnya bisa dilihat saat gol pertama. Bernardeschi mengirim umpan silang ke tiang jauh yang dengan mudah ditanduk oleh Ronaldo. Kuantitas umpan silang ini bisa dilihat pada statistik akhir. Jika di leg pertama Juve hanya melepas 15 umpan silang, leg kedua dihiasi 38 umpan silang dari Juve. Gol kedua pun berasal dari umpan silang.

Dengan keunggulan dua gol, Juventus hanya membutuhkan satu gol lagi untuk melaju. Bernardeschi kembali jadi dalang. Penetrasinya ke kotak penalti menghasilkan tendangan penalti untuk Juve. Ronaldo pun tak kesulitan mengeksekusinya.

Jadi, kunci kemenangan Juventus adalah keberanian Allegri mengeksploitasi sisi sayap Atletico yang tak diperkuat pemain terbaiknya. Dengan hujaman umpan silang, Ronaldo jelas akan menemukan satu-dua peluang untuk dapat ditanduk. Beruntungnya, dua gol melalui sundulan berhasil tercipta.

Tugas Allegri berikutnya adalah bagaimana mengatur tenaga para pilar Juve yang sudah veteran, seperti Giorgio Chiellini, Mandzukic, hingga Ronaldo, agar selalu tampil prima di babak perempat final Liga Champions.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *