Apa yang Bagus dari Eder Militao?

Apa yang Bagus dari Eder Militao?

Real Madrid telah mengkonfirmasi kedatangan Eder Militao. Biaya sebesar 50 juta euro (Rp809 miliar) dipercaya telah digelontorkan Real Madrid untuk mendartangkannya dari FC Porto. Eks pemain Sao Paulo tersebut mendapat kontrak selama enam tahun hingga 2025.

Perekrutannya disebut sebagai hasil kerja Juni Calafat, kepala divisi internasional Madrid yang membawahi perekrutan asal Amerika Selatan. Sebelumnya, Calafat berperan dalam pembelian Vinicius Junior dan Rodrygo Goes. Ia bisa jadi akan menjadi salah satu simbol reformasi yang akan dibawa Zinedine Zidane pada musim depan.

Lantas, siapa sebenarnya bek berusia 21 tahun tersebut?

Militao belum genap setahun menginjakkan kaki di Eropa. Ia baru bergabung ke Porto pada Agustus lalu. Nyatanya, Militao langsung memberi dampak instan. Entah dipasang sebagai bek kanan atau bek tengah, ia nyaris selalu jadi pilihan utama pelatih Sergio Conceicao. Ia tercatat telah tampil dalam 20 laga di Liga Portugal, serta hanya absen sekali di Liga Champions.

Mengingat Porto saat ini menjadi pemuncak klasemen bersama di liga, serta mampu menembus perempat final Liga Champions, performa Militao bisa dibilang sangat mumpuni untuk bek debutan. Sebagai percontohan, lihat saja penampilannya saat Porto menyingkirkan Roma di babak 16 besar Liga Champions.

Dalam usianya yang baru 21 tahun, permainan Militao sudah terlihat matang. Ia punya fisik mumpuni, tubuh atletis, dan seperti pemain Brasil lainnya, punya kemampuan teknis menawan. Analis sepak bola Portugal, Tiago Estevao, bahkan menyebut Militao sebagai “paket komplet”. Ia bisa beradu badan, bisa berduel udara, cepat, dan pintar dalam positioning.

Menurut Estevao, Militao menawarkan agresifitas melalui kakinya, baik dalam mengumpan maupun dalam overlap. Bisa dibilang, ia adalah bek tengah modern yang juga nyaman memegang bola.

Estevao juga membandingkannya dengan bek-bek lain alumni Liga Portugal. Victor Lindelof tak punya fisik kekar, Nicolas Otamendi kerap blunder, Ezequiel Garay tak memiliki kecepatan, Willy Boly punya teknik, tapi tak menjadi starter di Liga Portugal. Sementara itu, Eder Militao tak punya kekurangan apa pun. Ia merupakan paket komplet.

Satu hal yang bisa dikembangkan dari dirinya adalah insting mencetak gol. Ia punya postur bongsor dan badan yang kekar, jadi ia akan sangat berbahaya jika berada dalam situasi bola mati. Di Madrid, Militao bisa berguru pada Sergio Ramos, bek yang amat produktif kala memanfaatkan tendangan bebas dan tendangan pojok.

Yang perlu menjadi perhatian, Militao punya harga mahal untuk pemain seusianya. CV-nya juga belum genap semusim di Eropa, serta baru sekali mengecap seragam timnas Brasil. Ia bisa disebut sebagai investasi berisiko. Madrid pernah memboyong Danilo, yang sma-sama berposisi sebagai bek, sama-sama berasal dari Brasil, dan sama-sama direkrut dari Porto. Nyatanya, Danilo hanya jadi serep Dani Carvajal.

Jika melihat komposisi lini belakang Madrid saat ini, Militao bisa langsung menembus starter. Sergio Ramos sudah berusia 33 tahun, Nacho Fernandez tampak naik level dari sekadar bek pelapis, dan Dani Carvajal tak punya pesaing sepadan.

Sekali lagi, misi Zidane musim depan adalah mengubah beberapa hal dalam komposisi tim Madrid. Bisa jadi, Militao yang merupakan rekrutan pertama Zidane, adalah simbol perubahan Madrid pada musim depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *