Didier Drogba: Rajanya Partai Final

Didier Drogba: Rajanya Partai Final

Jika seseorang disuruh menyebut siapa saja striker paling garang dan mematikan, pasti nama Didier Drogba masuk dalam daftar tersebut.

Tepat pada 11 Maret 1978, sang penyerang baru saja menghirup udara pertamanya di dunia. Memiliki fisik kokoh dan tak terbantahkan, Pantai Gading telah melahirkan figur luar biasa.

Didier Drogba merupakan salah satu legenda sepak bola dunia. Melalui berbagai rintangan semasa kecil, Drogba mulai menapaki perjalanan emasnya bersama Le Mans yang saat itu mentas di Ligue 2, atau kasta kedua dalam piramida sepak bola Prancis.

Pada musim panas 2001, Drogba yang menginginkan tantangan baru dan mau bertempur di level yang lebih tinggi, menyetujui tawaran klub papan bawah Ligue 1, En Avant Guingamp. Dengan dana yang berkisar 80 ribu euro, Drogba resmi bermain untuk klub tersebut dan sukses menampilkan permainan gemilang di musim keduanya.

21 golnya untuk En Avant Guingamp menarik minat Marseille. Dana senilai 3,3 juta euro lantas dikeluarkan oleh manajemen Les Phoceens sebagai biaya transfer agar Drogba merapat ke Stadion Velodrome. Bermain bersama Marseille, permainan Drogba menjadi jauh lebih matang.

Aksi-aksi mengagumkan Drogba bersama Les Phoceens, lantas memantik atensi klub-klub Eropa lainnya. Salah satunya Chelsea. Tak main-main, pihak The Blues rela merogoh kocek senilai 24 juta paun guna membajak sang pemain ke London Barat.

Namun, kebanyakan fans Chelsea justru meragukan kemampuan Drogba terutama bos klub, Roman Abramovich. Jose Mourinho, yang saat itu ditunjuk sebagai nahkoda tim mengatakan,

“Dia sudah pernah bermain untuk Guingamp, Marseille, Le Mans, jadi ketika aku mendatangkannya ke Chelsea, aku begitu ingat Abramovich bertanya padaku: ‘Siapa? Siapa yang kamu inginkan sebagai striker?’.”

“Dengan banyaknya nama-nama besar di Eropa saat itu, aku menyebut nama Drogba. ‘Siapa dia? Di mana dia bermain?’ Lalu aku menjawab: ‘Mr. Abramovich, bayar. Bayar, dan jangan bicara’.”

Drogba merupakan salah satu pemain awal yang dibeli Jose Mourinho saat pertama kali menangani The Blues. Kejelian Mourinho memilih sang pemain terbukti manjur, Drogba kemudian menjelma jadi striker asing yang mencetak gol terbanyak untuk Chelsea.

Tak hanya mencetak banyal gol, Drogba juga sukses menyumbangkan banyak gelar hingga disebut sebagai Sang Raja Final. Hal itu berkaitan dengan kebanyakan gol yang ia lesakkan sangat krusial dan menjadi penentu kemenangan bagi Chelsea dan juga terhadap raihan gelar yang didapatnya.

Dimulai dari Piala Liga 2005. Saat itu, Drogba yang menjalani partai final pertamanya bersama Chelsea sukses mencetak gol di perpanjangan waktu. Gol tersebut memberi kemenangan untuk The Blues 3-2.

Dua tahun setelahnya, Drogba kembali menjadi penentu kemenangan Chelsea di kejuaraan yang sama. Dia menjadi aktor kemenangan Chelsea berkat sumbangan dua golnya ke gawang Arsenal yang saat itu dijaga oleh Manuel Almunia.

Di tahun yang sama, gol Drogba saat melawan Manchester United membantu Chelsea untuk menjuarai Piala FA. Dalam rentang waktu 2009 hingga 2012, Chelsea bahkan telah mendapatkan tiga gelar Piala FA. Dari semua kemenangan tersebut, Drogba selalu turut andil dengan mencetak gol.

Satu yang paling diingat adalah, ketika Drogba menjadi penentu kemenangan Chelsea atas Bayern Munchen pada kompetisi Liga Champions 2012. Gelar King of Final benar-benar teruji pada pertandingan tersebut. Sempat lesu karena gol Thomas Muller di menit 83, Chelsea kembali bergairah setelah Drogba menyamakan kedudukan pada menit ke 88.

Setelah laga dilanjutkan hingga babak adu pinalti, nama Drogba kembali menuai pujian. Dirinya menjadi penentu kemenangan dalam pertandingan dramatis tersebut.

Setelah kontraknya tak diperpanjang Chelsea, Drogba melanjutkan kariernya di Shanghai Shenhua sebelum kembali ke Eropa dan memperkuat Galatasaray. Bersama raksasa Turki, Ia sukses menyumbangkan gelar Liga Turki, Piala Turki, dan Piala Super Turki.

Sempat kembali lagi ke Chelsea dan mempersembahkan gelar Liga Inggris serta Piala Liga, Drogba melanjutkan karier di Amerika Serikat bersama Montreal Impact. Puas bersama Montreal Impact, Drogba bergabung dengan Arizona United lalu hijrah ke Phoenix Rising.

Hingga tepat pada 1 Desember 2018, Sang Raja memutuskan untuk pensiun dari dunia sepak bola.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *