Biografi Sergio Ramos

Biografi Sergio Ramos

Sergio Ramos Garcia, lahir pada 30 Maret 1986 di Camas, Savilla, Spanyol. Dirinya merupakan putra dari Jose Maria Ramos dan Paqui Ramos. Sergio Ramos memiliki dua saudara kandung bernama Rene dan Miriam.

Ramos merupakan penggemar berat adu banteng yang sangat populer di kota kelahirannya. Dirinya bahkan berteman baik dengan seorang matador bernama Alejandro Talavante. Tak jarang, ia sering merayakan gelar juara bersama el Real dengan bermain jubah matador. Selain itu, ia juga merupakan pecinta kuda. Ia memiliki peternakan di Andalusia dan didedikasikan khusus untuk perkembangan kuda di daerah tersebut.

Ramos kecil sempat bercita-cita menjadi matador. Dia terus menonton pertandingan banteng setiap hari dan belum tertarik untuk berlatih sepakbola. Karena olahraga itu dianggap berbahaya, Ramos dibujuk kedua orang tuanya untuk beralih minat. Setelah kakaknya, Rene, datang dan menasehati Ramos, barulah ia mau berlatih sepak bola.

Mengetahui hal tersebut, kedua orang tuanya merasa sangat senang. Ramos mulai ketagihan bermain bola hingga bergabung dengan FC Camas. Disana, Ramos menemukan bakatnya. Permainan indahnya mengesankan banyak orang dan membuatnya meraih beberapa penghargaan ‘Man of the Match’ hingga keberadaannya terliput oleh media.

Saat usianya menginjak 14 tahun, Ramos bergabung dengan akademi Sevilla. Setelah menimba ilmu bersama tim muda Sevilla, Ramos akhirnya bergabung dengan skuat utama pada tahun 2004.

Disinilah, karier gemilangnya dimulai.

Musim 2004/05, Ramos bermain sebanyak 41 pertandingan dan membawa Sevilla menempati tempat keenam. Selain itu, ia juga sekaligus membantu Sevilla untuk berlaga di kompetisi Liga Eropa. Ditahun 2004, ia bahkan memberi dampak besar bagi tim nasional Spanyol U21 dan berhasil masuk ke skuat utama tim matador setahun berikutnya.

Debut Internasional pertamanya dimulai saat Spanyol berhadapan dengan China. Ketika itu, Ramos juga menjadi pemain termuda yang berhasil medapat tempat utama di tim Spanyol. Perjalanannya di Timnas Spanyol terbilang luar biasa, ia ikut dalam tiga edisi Piala Dunia dan satu diantaranya berhasil ia menangkan, yaitu pada tahun 2010 yang dihelat di Afrika. Sementara di kompetisi Eropa, ia juga telah mengikuti sebanyak 3 edisi Piala Eropa. Dua diantaranya berakhir dengan trofi juara.

Dalam 149 penampilannya bersama tim matador, Ramos sukses menjebol gawang lawan sebanyak 13 kali.

Bermain apik bersama Sevilla, Ramos menarik minat banyak klub raksasa. Salah satunya Real Madrid. Dengan biaya sekitar 27 juta euro, Ramos resmi mendarat di Santiago Bernabeu pada Maret 2005. Kepindahan Ramos menuju Madrid tak lepas dari peran sang ayah. Ayahnya itu membantu Ramos untuk melakukan negosisasi dengan kubu galacticos hingga dihargai cukup mahal untuk seorang remaja yang baru muncul ke permukaan.

Gol pertamanya untuk el Real ia cetak di ajang Liga Champions Eropa. Meski kalah, penampilannya waktu itu banyak mendapat sanjungan.

Empat musim pertamanya bersama Real Madrid tak terlalu berjalan mulus. Ramos dinilai tak bermain seuai ekspektasi. Dirinya bahkan banyak dimainkan pada posisi gelandang bertahan dibanding bek tangah. Setelah itu, Ramos dicoba untuk bermain sebagai bek kanan. Ternyata, posisi tersebut dianggap cocok dengan gaya bermainnya. Ia banyak mencetak gol dan sering menciptakan peluang.

Disaat bek lain kesulitan untuk mencetak gol, Ramos justru datang sebagai bek yang rajin mencetak gol. Performanya mendapat banyak sanjungan karena Ramos sukses mengemas 20 gol empat musim pertamanya itu.

Meski begitu, permainan Ramos yang terlalu agresif juga mendapat banyak kritik. Ia kerab melakukan tekel-tekel keras hingga berujung kartu merah.

Musim 2008/09, Ramos menjalani masa-masa sulitnya bersama el Real. Meski begitu, dirinya tetap masuk kedalam daftar ‘UEFA Team of the Year’ dan ‘FIFA FIFPro World XI’.

Musim 2009/10, Sergio Ramos sukses mencetak empat gol dalam 33 penampilan. Dirinya juga sukses mencatat pertandingan ke 200 nya bersama el Real pada Feburari 2010.

Pada November 2010, Sergio Ramos membuat heboh setelah melakukan tekel keras kepada Lionel Messi. Dirinya berulah dan sempat membuat keributan. Meski begitu, agresivitasnya juga membantu pertahanan el Real menjadi lebih kokoh.

Karena dinilai bermain apik, Ramos resmi memperpanjang kontrak hingga 2017. Pasca perpanjangan kontrak tersebut, Ramos terus bermain gemilang. Ia kerap menjadi kunci kemenangan tim dan sukses menyumbangkan beberapa gelar bergengsi bagi Real Madrid.

Selain bermain apik diatas lapangan, Ramos juga resmi menikahi wanita cantik bermana Pilar Rubio. Wanita itu merupakan presenter TV dan model terkenal asal Spanyol. Pasca memadu kasih dengan Rubio, keduanya dianugerahi dua orang anak bernama Sergio dan Marco.

Perlu diketahui bahwa sebelum menikah dengan Pilar Rubio, Ramos terlebih dulu menjalin asmara dengan beberapa wanita. Diantaranya, Elisabeth Reyes, Carolina Martinez, Amaia Salamanca, dan Lara Alvarez.

Menjalani musim luar biasa bersama Real Madrid, Ramos sukses menyumbangkan 4 gelar Liga Champions Eropa dan beberapa trofi Piala Dunia Antar Klub. Selain itu, dirinya juga sudah mempersembahkan gelar La Liga maupun Copa del Rey.

Meski dikenal kasar, Ramos tetaplah seorang bek tangguh yang siap menjaga pertahanan tim.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *