John Terry: Seorang Gelandang Yang Berevolusi Menjadi Bek Tangguh

John Terry: Seorang Gelandang Yang Berevolusi Menjadi Bek Tangguh

John Terry merupakan salah satu pemain terbaik yang pernah ada. Kepemimpinannya di atas lapangan banyak dikagumi kawan maupun lawan. Pemain bertinggi 187 cm ini juga disebut sebagai salah satu kapten terbaik di dunia.

Sempat menimba ilmu di West Ham,  Terry berlabuh di Chelsea dan menjadi pemain paling dikagumi disana.

John Terry, lahir pada 7 Desember 1987 di Barking, Inggris. Ia merupakan putra dari pasangan Sue Terry dan Ted Terry. Terry kecil tumbuh menjadi bocah yang gemar bermain sepak bola. Namun ada fakta yang cukup mengejutkan bagi beberapa pihak, Terry yang notabene merupakan legenda klub Chelsea, justru sangat mengidolakan Manchester United semasa kecilnya.

Dirinya memulai karier di Eastbury Comprehensive School, dimana ia bermain untuk tim lokal. Tim dimana Terry menimba ilmu sempat menelurkan beberapa pemain hebat lainya seperti Sol Campbell, Jermain Defoe, hingga Bobby Zamora.

Sejak masih remaja, Terry sudah memiliki sikap kepemimpinan yang sangat baik. Ia mampu memimpin rekan-rekannya dalam kondisi apapun. Hal tersebut menjadi catatan penting bagi pelatihnya saat itu.

Namun perlu diketahui bahwa Terry memulai karier sebagai seroang gelandang.

Setelah menampilkan permainan yang sangat memukau, Terry direkrut oleh akademi West Ham. Dengan status sebagai gelandang, Terry bergabung dengan West Ham pada 1991. Setelah bakatnya mulai tercium oleh beberapa klub besar, Terry menjadi incaran serius pemandu bakat milik Chelsea.

Tiga tahun menimba ilmu di West Ham, Terry resmi berseragam The Blues, Chelsea. Ketika itu, Terry masih berusia 14 tahun dan selalu bermain sebagai pemain cadangan.

Semua berubah setelah Chelsea kekurangan pemain belakang. Terry yang termasuk kedalam pemain yang kurang mandapat jatah bermain diplot untuk menjadi bek. Setelah menjalani masa percobaan selama kurang lebih setahun, Terry resmi menandatangani kontrak profesional bersama Chelsea di usianya yang baru menginjak 17 tahun.

Debutnya dimulai pada 28 Oktober 1998. Terry sendiri resmi berposisi sebagai bek dan mendapat tugas untuk menjadi kapten. Kedatangan Jose Mourinho menjadi awal karier gemilang John Terry. Resmi menjabat sebagai kapten utama Chelsea sejak awal musim 2004/05, dan 13 tahun berselang, citra itu makin menguat bahwa Terry adalah legenda hidup Chelsea.

Berbeda dengan kompatriotnya, Frank Lampard, yang terkenal tajam sebagai gelandang. Terry membangun reputasinya di tanah Britania sebagai salah satu bek terbaik Inggris pada medio 2000-an bersama tandemnya di timnas Inggris, Rio Ferdinand.

Dengan segala kharisma dan kepemimpinananya, Terry benar-benar menjadi sosok yang sangat mengagumkan.

Mengoleksi 713 penampilan dan mencetak 66 gol untuk Chelsea, Terry sukses meraih empat gelar Liga Primer, lima gelar Piala FA dan tentu saja, gelar bergengsi Liga Champions Eropa.

Meski terlihat memilki karier sempurna sebagai bek maupun pemimpin sejati, nyatanya Terry hanyalah seorang manusia biasa. Pada tahun 2010 dia ketahuan selingkuh bahkan menghamili Vanessa Perroncel yang merupakan kekasih dari rekan satu timnya pada saat itu, Wayne Bridge. Skandal tersebut berujung pencopotan ban kapten di level timnas.

Hingga tepat saat usianya menginjak 37 tahun, Terry mengakhiri kariernya sebagai pemain sepakbola. Mantan kapten Chelsea dan Timnas Inggris itu memutuskan gantung sepatu alias pensiun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *