Mengapa Para Kiper Meludahi Sarung Tangannya?

Mengapa Para Kiper Meludahi Sarung Tangannya?

Penjaga gawang adalah satu-satunya pemain yang diizinkan memakai tangannya kala bermain sepak bola. Sebagai prosedur keamanan standar, para kiper saat ini diwajibkan memakai sarung tangan, Selain meredam panas yang ditimbulkan bola, sarung tangan juga berfungsi untuk membuat tangan lebih lengket kala menangkap bola.

Salah satu rahasia yang sudah banyak diketahui para kiper adalah, sarung tangan perlu diludahi agar bisa dipakai dengan sempurna. Namun, benarkah meludahi sarung tangan bisa membuat sang kiper tampil luar biasa?

Well, permukaan sarung tangan acapkali berada dalam kondisi kering dan kaku. Kondisi seperti itu bisa membuat tangan ikut menjadi kaku, lantas sang kiper pun jadi tak nyaman saat menangkap bola.

Jadi, mereka pun memilih meludahi sarung tangannya. Air liur yang disemprotkan ke bisa melembabkan permukaan sarung tangan. Ketika sarung tangan lembab, telapak tangan dan jari-jari pun bisa lebih luwes saat menangkap bola yang datang.

Tapi, bisa dibilang kebiasaan meludahi sarung tangan hanyalah tindakan yang dilakukan kiper secara reflek. Mereka tak benar-benar tahu apa efek air liur tersebut ke sarung tangan yang mereka pakai.

Nyatanya, sarung tangan lebih mudah rusak. Ludah juga membuat sarung tangan lebih bau. Bila ingin lebih efisien, kiper bisa menyemburkan air ke sarung tangannya. Bisa juga menggunakan cara yang lebih aman: menyemprotkan soda ke sarung tangan.

Akan tetapi, biarpun sarung tangan sudah belepotan lem, seorang kiper tetap saja akan melakukan blunder jika ia memang bukan berkualitas. Kiper seperti Loris Karius misalnya, apakah blunder yang ia lakukan disebabkan karena ia tak meludahi sarung tangannya?

Namun, pemilik trik paling legendaris bisa jadi adalah Gordon Banks. Banks adalah kiper timnas Inggris saat menjadi juara di Piala Dunia 1966. Kiper yang meninggal dalam usia 81 tahun pada dua pekan lalu tersebut dikenal tak perna memakai sarung tangan, dan lebih memilih menempelkan permen karet di telapak tangannya.

Banks punya kisah menarik tersendiri di semifinal Piala Dunia 1966. Kickoff melawan Portugal tinggal sebentar lagi saat staf Harold Stepherdson melupakan permen karet Banks. Ia pun pergi ke toko di luar Stadion Wembley untuk membeli permen karet saat Banks dan kawan-kawan sudah berada di lorong. Ia pada akhirnya mampu memenangkan laga tersebut, serta berlanjut hingga laga final melawan Jerman Barat.

Jadi, bagi para kiper, biasakanlah membawa botol air di samping gawang agar sewaktu-waktu bisa membasahi sarung tangan tanpa harus meludahinya …

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *