Mauricio Pochettino: Kisah Anak Petani Yang Jadi Pelatih Hebat

Mauricio Pochettino: Kisah Anak Petani Yang Jadi Pelatih Hebat

Mauricio Pochettino menjadi pelatih yang diperhitungkan saat ini. Strateginya dalam meramu pemain terbukti ampuh dalam memenangi berbagai pertandingan. Dibawah asuhan pelatih asal Argentina ini, Tottenham menjadi kekuatan yang tak bisa diremehkan. Meski banyak mengandalkan pemain muda, The Lilly White mampu menjadi ancaman serius bagi raksasa EPL lainnya.

Tottenham tidak lagi dikenal sebagai kesebelasan yang memiliki segudang imajinasi menyerang tapi rentan di barisan belakang. Melalui serangan rapih dan pertahanan yang mulai membaik, kesan itu tidak bisa lagi dilekatkan pada Tottenham di bawah asuhan Mauricio Pochettino.

Mauricio Pochettino, lahir pada 2 Maret 1972 di Murphy, Santa Fe, Argentina. Dirinya lahir dari pasangan Hector Pochettino dan Amalia Pochettino. Ia dibesarkan di daerah asalnya, Murphy.

Daerah tersebut dikenal sebagai industri utama pertanian. Wajar bila kedua orang tuanya bekerja sebagai seorang petani. Pochettino juga kerap membantu pekerjaan kedua orang tuanya. Hal itu diungkap sang ayah kepada Bleacher Report,

“Kami selalu bekerja, bahkan saat Mauricio bermain bola. Namun setelah kembali pulang, ia selalu membantu mengerjakan tanah.”

Kerap bermain bola dengan tim lokal, bakat Pochettino ditemukan oleh Marcelo Bielsa. Pelatih yang kini berusia 63 tahun itu sampai berkunjung kerumah Pochettino untuk mengajaknya bermain di level profesional. Saat itu, Bielsa yang bertanggung jawab sebagai pemandu bakat untuk akademi Newell’s Old Boys telah melakukan perjalanan selama lebih dari tiga jam hanya untuk bertemu dengan Pochettino.

Setelah tujuh tahun menimba ilmu di tim muda, Pochettino akhirnya masuk ke tim sneior. Dirinya menjadi bek tangguh yang mampu memimpin kawan-kawannya dengan baik. Karena dipercaya oleh Bielsa, Pochettino diberi tugas untuk menganalisis kekuatan serta kelemahan lawan berikutnya.

Dua hari sebelum pertandingan, Pochettino mempresentasikan apa yang ia temukan di depan seluruh skuat.

Berkat analisa serta kepemimpinan luar biasa, Bielsa langsung yakin jika Pochettino akan menjadi seorang pelatih hebat di masa mendatang.

Setelah berhasil membawa Newell’s Old Boys merebut gelar juara Argentina pada 1991 dan mencapai final Copa Libertadores setahun kemudian, Pichettino melanjutkan kariernya di Eropa. Ia bergabung dengan kontestan La Liga, Espanyol.

Di Espanyol, ia mendapat banyak sanjungan. Kepemimpinannya di lini pertahanan sukses membawa Espanyol memenangkan Copa del Rey. Hal itu terasa sangat luar biasa karena piala tersebut menjadi trofi bergengsi perdana Los Pericos setelah 60 tahun.

Beberapa hari kemudian, ia mendapat pujian dari pelatihnya kala itu. Paco Flores.

“Pochettino memiliki kharisma yang besar di ruang ganti,”

“Ada ikatan yang kuat di antara para pemain dan fans dan ia melihat pentingnya hal tersebut.”

Setelah pergi dari Espanyol, Pochettino sempat bergabung dengan PSG dan Bordeaux sebelum akhirnya kembali ke Espanyol dan pensiun disana.

Tiga tahun setelah pensiun, Pochettino langsung meniti karier sebagai pelatih. Ia menangani tim yang membesarkan namanya, Espanyol, sebelum akhirnya terbang ke Inggris untuk menangani Southampton. Dibawah asuhan pria Argentina itu, Southampton sempat memberi kejutan dengan mengalahkan tim-tim besar seperti Manchester City, Liverpool, dan Chelsea.

Akhirnya pada musim panas 2014, dirinya diperkenalkan sebagai pelatih baru Tottenham Hotspur. Pada musim pertamanya di London Utara, Pochettino tak terlalu memberi andil besar bagi Spurs. Namun, beberapa musim setelahnya, prestasi pria kelahiran Santa Fe ini sungguh fenomenal.

Tottenham terus bermain konsisten. Tak hanya di Inggris, klub asal kota London itu pun dibawanya menjadi kontestan yang berbahaya di kompetisi Liga Champions Eropa.

Meski belum mampu memberi gelar bagi Spurs, kiprahnya selama ini patut diacungi jempol.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *