Jadon Sancho: Berlian Tiga Singa Yang Temukan Keberuntungan di Negeri Hitler

Jadon Sancho: Berlian Tiga Singa Yang Temukan Keberuntungan di Negeri Hitler

Jadon Sancho menjadi perbincangan setelah tampil gemilang bersama kontestan Bundesliga, Borussia Dortmund. Meski usianya terbilang masih sangat muda, Sancho mampu menjadi pemain penting dalam setiap laga yang dijalani Die Borussen.

Atas performanya itu, Sancho dianggap pemain langka dan sulit ditemukan.

Jadon Malik Sancho, lahir pada 25 Maret 2000 di Camberwell, Inggris. Sancho merupakan anak dari keturunan Trinidad Tobago. Dirinya dibesarkan di distrik Kennington, London selatan. Sejak kecil, Sancho sudah sangat tertarik dengan sepak bola.

Sepulang sekolah, ia bahkan menyempatkan waktu untuk bermain bola di gang-gang sempit. Dirinya terus mengembangkan kualitasnya untuk bisa bermain sepak bola dengan baik. Hobinya mendapat dukungan penuh dari kedua orang tua.

Hal itu didasari dengan fakta bahwa banyak anak seusianya yang justru menghabiskan waktu dengan hal-hal negatif.

“Sepulang sekolah, aku sering bermain bola di jalanan. Di sekelilingku banyak orang-orang yang melakukan hal buruk. Tapi, aku tidak pernah ingin berurusan dengan mereka.” ujar Sancho.

Hari-harinya hanya diisi oleh bermain bola. Sancho kerap pergi kerumah sahabatnya yang sudah menimba ilmu di Arsenal dan Manchester City. Kedua temannya itu bernama Reiss Nelson, yang berlatih di Arsenal. Dan Ian Carlo Poveda, yang berlatih dengan Manchester City.

Mereka sering menghabiskan waktu bersama dengan bermain bola.

Hingga tepat pada usia 7 tahun, Sancho bergabung dengan akademi Watford. Performanya terus meningkat dan ia dianggap sebagai anak ajaib. Manchester City yang mengetahui hal tersebut langsung merekrut Sancho. Pada Maret 2015, Sancho resmi berlabuh di akademi Manchester City.

Karena bakatnya dinilai sempurna, Sancho bahkan sudah memulai karier Internasional bersama Inggris U16. Tak butuh waktu lama bagi Sancho untuk bisa mencicipi level senior. Tiga tahun bekerja keras dengan tim junior, Sancho masuk ke tim utama pada 2018.

Hal itu juga didasari oleh penampilan gemilangnya bersama Borussia Dortmund. Saat membela City, dirinya sempat kesal karena tak kunjung mendapat kesempatan bermain.

Kemudian baru-baru ini Sancho tak segan untuk mengungkapkan alasan mengapa ia lebih memilih bergabung bersama Die Borussen. Dia menilai bahwa Borussia Dortmund adalah klub yang paling berani dalam memberikan peluang bermain kepada para pemain muda.

“Kenapa Dortmund? Itu berbicara sendiri, para pemain muda mendapatkan banyak peluang di sana,” kata Sancho.

Menemukan destinasi yang tepat, Sancho terus menunjukkan penampilan gemilang. Belum lama ini, pemain muda berbakat tersebut bahkan sukses mencetak rekor di Bundesliga. Pada laga yang berakhir imbang melawan Hoffenheim, Sancho berhasil mencetak satu gol dan satu assist.

Seperti dilansir Opta, gol yang dicetak pemain internasional Inggris tersebut sukses hadirkan rekor penting. Dia menjadi pemain termuda dalam sejarah Bundesliga yang mampu koleksi delapan gol dalam satu musim.

Keberanian Sancho untuk meninggalkan Inggris juga mendapat pujian dari Gareth Southgate,

“Itu sebuah keputusan berani bagi Sancho untuk bermain di Bundesliga. Itu membuatnya bermain di depan banyak suporter di kandang Dortmund,”

“Dia beradaptasi dan tampil memukau sejauh ini.” ujar Southgate di situs resmi FA.

Setelah berhasil mencuri perhatian, City dikabarkan berminat untuk menariknya kembali. Tak hanya itu, klub besar seperti MU dan PSG juga tertarik untuk memboyong pemain berusia 18 tahun ini. Namun, Sancho menolak dan mengaku betah di Jerman.

Dirinya sudah merasa di tempat yang seharusnya dan telah menemukan keberuntungannya di Negeri Hitler.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *