Deretan Pemain Yang Dipaksa Keluar Oleh Klubnya

Deretan Pemain Yang Dipaksa Keluar Oleh Klubnya

Bertahan dan terus bermain bersama klub yang dicintai menjadi impian dari sebagian pemain. Dalam beberapa dekade terakhir, komitmen para pemain sepak bola telah mendapat sorotan yang luar biasa. Akan tetapi, tak jarang komitmen tersebut justru dinodai oleh klub itu sendiri.

Dilandasi alasan tertentu, beberapa pemain ini justru diusir atau dipaksa keluar oleh klubnya sendiri. Kira-kira siapa sajakah pemain tersebut? Berikut starting eleven sajikan ulasannya..

1. Andy Carroll

Berhasil mencetak 19 gol dalam 42 penampilan bersama Newcastle, Andy Carroll sukses menjadi sorotan. Dengan penampilan gemilangnya itu, Carroll berhasil mengembalikan Newcastle ke kompetisi Premier League. Menyusul performa luar biasa yang ditampilkan, Liverpool tertarik untuk memboyong Carroll ke Anfield.

Setelah resmi berseragam The Reds, Carroll mengaku jika sebenarnya ia tak ingin pindah dari Newcastle. Penyerang Inggris itu berharap bisa bertahan, tapi pihak klub diklaimnya sudah tak menginginkannya lagi, sehingga dia harus dibuang. Dilansir dari goal.com, Carroll mengungkap,

“Managing dicetor Derek Llambias memintaku untuk masuk di daftar transfer, jadi aku disudutkan dan tidak punya pilihan lain. Aku tidak lagi diinginkan oleh mereka dan mereka dengan tegas menginginkan uang yang ditawarkan,”

“Karenanya aku terbang dengan menggunakan helikopter pemilik klub Mike Ashley. Aku sendiri tak ingin pergi,”

2. Joe Hart

Pep Guardiola menandai ‘habisnya’ karier Joe Hart di Manchester City. Meski beberapa musim menjadi andalan, Hart menjadi korban dari perubahan yang dilakukan pelatih asal Spanyol itu. Ketika diwawancarai oleh Telegraph, Hart mengaku jika Pep lah yang memaksanya keluar dari Man City. Ia mengatakan jika mantan pelatih Barcelona itu menganggapnya tidak berguna dan tidak memiliki masa depan di klub.

Meski berat untuk diterima, Hart tetap memuji kejujuran Pep. Kiper Inggris itu berujar jika ia sudah menerima keputusan Pep dan tidak lupa berterimakasih atas penalaiannya.

Saat pergi dari City, Hart sempat tampil dengan beberapa klub seperti Torino dan West Ham sebelum akhirnya berlabuh di Burnley.

3. Angel di Maria

Mencetak 7 gol dan 22 assist di musim 2013/14, Di Maria berhasil mengantarkan Real Madrid menjuarai trofi Liga Champions. Namun semua penampilan apiknya seakan lenyap setelah el Real memboyong James Rodriguez dari AS Monaco. Di Maria merasa dibuang dan menganggap jika manajemen sudah tidak menginginkan keberadaannya lagi.

Beberapa bulan kemudian, Angel Di Maria membeberkan alasan dirinya meninggalkan Real Madrid. Menurutnya, Los Blancos sengaja menjualnya untuk menutupi pengeluaran besar di bursa transfer. Setelah resmi diboyong MU dengan harga mahal, Di Maria gagal menunjukkan performa apiknya. Pemain asal Argentina itupun memutuskan untuk pindah ke Paris Saint Germain.

4. Jaap Stam

Jaap Stam merupakan salah satu tembok terkuat yang pernah dimiliki MU. Dirinya bahkan berhasil menjadi kunci sukses United yang meraih treble winners pada tahun 1999. Stam juga terpilih sebagai Bek Terbaik UEFA sebanyak 2 kali. Kala itu banyak yang menganggap jika Stam akan terus bertahan di Old Trafford.

Namun secara mengejutkan ia hijrah ke Lazio pada tahun 2001. Setelah ditelusuri, ternyata ia memiliki hubungan yang kurang harmonis dengan Sir Alex Ferguson. Hal itulah yang membuat Stam merasa terbuang dari skuat setan merah.

Melanjutkan karier di Italia, Stam menambah koleksi gelarnya dengan menjuarai Coppa Italia bersama Lazio dan Piala Super Italia bersama AC Milan.

5. Yaya Toure

Memiliki skill luar biasa tidak menjamin nasib Yaya Toure berjalan mulus. Toure resmi bergabung dengan Olympiakos setelah ‘dibuang’ oleh Manchester City. Penyebabnya? Sama seperti saat ia masih berseragam FC Barcelona, yaitu Pep Guardiola. Toure menganggap jika Pep menyimpan dendam kepadanya. Meski sudah menyumbang beberapa gelar bergengsi, Toure tak masuk rencana pelatih asal Spanyol itu.

Hal itu dirasakan saat Manajemen City tak kunjung menawarinya perpanjangan kontrak. Padahal dirinya mengaku masih ingin berkarier di Negri Ratu Elizabeth.

Pasca begabung dengan Olympiakos, nasibnya pun tak jelas. Ia jarang dimainkan dan berujung dengan pemutusan kontrak. Kini, Toure berstatus sebagai pemain tanpa klub.

6. Pepe Reina

Reina menjadi salah satu penjaga gawang terbaik yang pernah dimiliki Liverpool. Namun pada 2013, Brendan Rodgers mengirimnya ke Napoli dengan status pinjaman. Hal yang cukup mengejutkan adalah Reina tak menyadari proses peminjaman tersebut.

Ia mengungkapkan dalam surat terbuka jika tidak ingin meninggalkan klub. Setelah sempat berjuang untuk kembali ke Anfield, Reina justru terbang ke Jerman untuk bergabung dengan Bayern Munchen. Setelah itu, ia kembali ke Napoli sebelum akhirnya berlabuh di AC Milan.

7. Iker Casillas

Siapa yang tak kenal dengan Iker Casillas. Kiper asal Spanyol ini memiliki kiprah yang sangat luar biasa bersama Real Madrid. Casillas bergabung dengan el Real sejak tahun 1990, dan bertahan selama kurang lebih 25 tahun. Sama seperti Di Maria, Casillas juga diduga dipaksa keluar oleh klub meski telah berkontribusi besar dalam membawa Real Madrid menjuarai Liga Champions.

Keluarganya yang ikut sakit hati pun menganggap jika Real Madrid menyiksa Casillas di musim terakhirnya.

Saat meninggalkan klub pada 2015, Casillas hanya menggelar jumpa pers secara sederhana untuk mengucapkan selamat tinggal sambil meneteskan air mata.

Kini, Casillas bertugas sebagai penjaga gawang FC Porto.

Itulah tadi deretan pemain yang dibuang oleh klubnya sendiri. Bagaimana menurut football lovers? Tulis komentar kalian dibawah ya. Jangan lupa untuk like dan share..

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *