Mengapa Liverpool Sangat Dibenci Suporter Inggris?

Mengapa Liverpool Sangat Dibenci Suporter Inggris?

“Siapa pun kecuali Liverpool”. Ungkapan itu jamak diperdengarkan dalam percakapan suporter klub-klub Inggris. Hampir 30 tahun belum jua menjuarai Premier League, Liverpool kerap menjadi bahan bully-an bagi para glory hunter.

Para penggemar Manchester United, misalnya. Mereka punya dongeng sarkas yang kerap dikisahkan dengan bangga: “Sejak terakhir kali Liverpool menjuarai Liga Inggris, Peter Schmeichel bisa jadi juara berkali-kali, lalu punya anak, sang anak lantas tumbuh besar, hingga anaknya tersebut jadi juara Premier League juga.”

Jadi, atas dasar alasan apa Liverpol begitu dibenci suporter?

Tak ada alasan pasti. Yang jelas, Liverpool hingga kin tercatat sebagai tim yang dua kali memuncaki klasemen liga saat natal, tapi tak bisa mempertahankannya hingga musim kelar. Dua momen tersebut terjadi pada musim 2008/09 dan 2013/14. Para penggemar Manchester United pun punya bahan ejekan tambahan.

Ada yang mengatakan bahwa orang-orang membenci para fans Liverpool yang keras kepala. Sebelum Manchester United berjaya bersama Sir Alex Ferguson, Liverpool bisa diklaim sebagai tim terbaik di Britania. Akan tetapi, sejak perolehan gelar juara liga sudah tersalip United, masih pantaskah suporter Liverpool mengklaim sebagai yang terbaik?

Contoh paling utama bisa dilihat saat momen perburuan gelar juara 2013/14. Saat itu, Brendan Rodgers membawa Liverpool menuju titik paling dekat ke puncak, tapi kolaps di bulan April. Penyebabnya tak lain karena kekalahan dari Chelsea, yang sangat mungkin disebabkan insiden terpelesetnya Steven Gerrard di babak pertama. Gerrard jadi bahan candaan, dan Liverpool semakin menderita.

Kekesalan terhadap Liverpool juga disebut berasal dari peliputan media yang kerap membuat Liverpool sebagai media darling. Tak akan pernah ada berita buruk tentang Liverpool karena banyaknya eks pemain mereka yang jadi pandit, seperti Jamie Carragher, Steven McManaman, Michael Owen, hingga Jamie Redknapp.

Di sisi lain, Four Four Two pernah melansir sembilan alasan mengapa orang-orang membenci Liverpool. Sembilan alasan tersebut ialah:

  1. Para pendukung Liverpool tenggelam oleh masa lalu. Yah, mereka kerap membangga-banggakan prestasi masa silam yang tak pernah terulangi hingga kini.
  2. Tak bisa melihat kenyataan saat ini. Well, untuk ukuran yang jumlah trofi Premier League-nya lebih sedikit dari Blackburn Rovers dan Leicester City, kok mereka masih menganggap diri sebagai klub besar?
  3. Tim yang selalu dinaungi keberuntungan. Liga Champions 2005 yang mereka raih bermula dari petualangan curang yang melibatkan gol hantu Luis Garcia, serta ketidakberuntungan yang menimpan Milan di babak final.
  4. luis Suarez. Semua orang membenci penyerang yang kedapatan rasis ke Patrice Evra, serta menggigit lengan Branislav Ivanovic.
  5. Menganggap semua klub besar sebagai rival. Everton, lalu Manchester United, lalu Chelsea, Arsenal, hingga Manchester City. Penggemar Liverpool selalu menganggap tim terbaik di Inggris bukanlah tim terbaik.
  6. Pemilik asing. Jika City dan Chelsea berhasil juara Premier League sejak dimiliki orang asing, Liverpool dua kali menjual diri ke orang Amerika tapi hanya sanggup juara Piala FA.
  7. Steven Gerrard. Bagi penggemar Liverpool, Gerrard adalah nabi, tapi saat melepas seragam merahnya, Gerrard bukan siapa-siapa. Ia tak bisa menularkan penampilan bagusnya bagi timnas Inggris.
  8. Klub turis. Banyak suporter Liverpool yang bukan berasal dari Liverpool itu sendiri. Lebih dari 100.000 “fans” berkunjung ke Anfield tiap tahun, jumlah yang membuat mereka didapuk sebagai klub wisatawan.
  9. Klub selebritis. Kecuali Daniel Craig dan Damian Lewis, Liverpool mengklaim mendapat banyak dukungan dari kalangan selebritis, yang sebenarnya bisa disangsikan. Dr. Dre, Brad Pitt, hingga Samuel L. Jackson tak pernah benar-benar menyatakan diri sebagai penggemar Liverpool…

Tapi, jika Liverpool bisa juara Premier League musim ini, apakah mereka masih akan dibenci?

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *