Aaron Lennon: Mantan Bintang Tottenham Yang Alami Gangguan Kejiwaan

Aaron Lennon: Mantan Bintang Tottenham Yang Alami Gangguan Kejiwaan

Bagi pecinta sepak bola, terutama Liga Primer Inggris, Aaron Lennon menjadi salah satu nama paling populer. Pemain yang lahir pada 16 April 1987 ini dikenal sebagai pemain yang memiliki kecepatan luar biasa. Dirinya kerap merepotkan pertahanan lawan melalui akselerasi cemerlangnya.

Lennon memulai karir sepakbolanya dari Leeds Academy. Pria Inggris ini merupakan keturunan dari ayah asal Jamaika dan ibu asal Irlandia. Bakat hebatnya terpantau oleh seorang pemandu bakat saat usianya masih 8 tahun. Lennon yang tergabung dengan tim muda Leeds United pada 2001, berhasil menembus tim utama pada 2003.

Bakat luar biasanya kemudian ia salurkan ke salah satu tim London, Tottenham Hotspurs. Tepat pada tahun 2005, Lennon resmi berseragam The Lily White. Pada 18 Maret 2006, Lennon mencetak gol pertamanya di Liga Primer pada laga melawan Birmingham City. Penampilannya yang menjanjikan membuat pria bertinggi 165 cm ini dinominasikan sebagai PFA Young Player of the Year 2 musim berturut-turut namun kalah dari Wayne Rooney dan Cristiano Ronaldo.

Meski begitu, Lennon pernah menyabet gelar yang diberikan langsung oleh Tottenham Hotspurs sebagai ‘Player of the Season’ dan ‘Young Player of the Year.” 

Berkat penampilan gemilangnya, Lennon memperbaharui kontrak dengan Spurs pada Maret 2009. Setelah Harry Redknapp ditunjuk sebagai nahkoda tim, Tottenham berhasil menempati posisi kedelapan dan bahkan melaju hingga final Piala Liga meskipun akhirnya kalah dari Manchester United.

Lennon terus menampilkan permainan terbaiknya. Bisa dibilang, Spurs menjadi tim yang membuat nama Lennon menceruat ke permukaan. Hingga pada September 2012, Lennon kembali disodori kontrak dengan durasi empat tahun.

Namun setelah dirasa cukup menjalani masa-masa mengesankan bersama Spurs, Lennon hijrah ke Everton pada tahun 2015. Disini, Lennon memiliki pengalaman yang tak akan pernah ia lupakan.

Bersama Everton, nama Lennon sudah jarang terdengar. Ia tak lagi diberitakan media dengan gol dan aksi gemilangnya. Dirinya jarang dimainkan oleh pelatih Everton kala itu, Ronald Koeman.

Setelah beberapa waktu tinggal di Everton, Lennon kembali muncul ke permukaan. Namun klai ini, ia hadir dengan berita mengejutkan.  Lennon terlibat sebuah keributan di kota Salford sebelum akhirnya polisi menerima laporan tersebut. Pihak kepolisian pun mengamankan pria tersebut dan melakukan beberapa pemeriksaan lebih lanjut.

“Polisi dipanggil sekitar pukul 16.35 karena ada laporan seorang pria yang diduga menderita gangguan mental di Eccles Old Road. Polisi langsung bergerak dan menahan seorang pria tersebut dengan pasal 136 tentang tindakan kesehatan mental dan dirujuk ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ujar salah satu petugas seperti yang dilansir ESPN FC.

Beberapa media memberitakan jika pria itu adalah penggawa Everton, Aaron Lennon. Berita mengejutkan itupun langsung tersebar hingga pihak klub memberi konfirmasi.

“Aaron Lennon saat ini tengah dalam perawatan atas gangguan stres. Pihak klub mendukungnya untuk melalui ini dan keluarganya meminta untuk tidak diganggu saat ini,” ungkap pihak Everton.

Sejak disingkirkan Koeman karena fisiknya dianggap tak terlalu ideal, Lennon merasa rapuh. Ia terpukul hingga merasa stres akibat jarang sekali dimainkan.

Pada sebuah konferensi pers, Koeman merespon berita menghebohkan tersebut,

“Aaron punya gangguan kejiwaan dan apa yang terjadi adalah rahasia. Kami berusaha untuk memberinya segala dukungan agar dia bisa kembali secepat mungkin. Kami sudah menghubungi keluarganya dan aku pikir yang terbaik saat ini adalah merahasiakannya,” tutur pelatih asal Belanda itu.

Pasca berita heboh itu mendunia, beberapa pesepakbola bersimpati dan merasa prihatin dengan apa yang dialami Lennon. Salah satunya adalah Stan Collymore, mantan pemain Liverpool dan Aston Villa, yang juga pernah terkena depresi,

“Simpati dan kasih untuk Aaron Lennon dan keluarga. Aku tahu situasi itu dan aku tahu ia akan baik-baik saja dengan dukungan penuh dari kita semua.”

Tottenham Hotspurs selaku tim yang pernah dibela Lennon juga menunjukkan rasa simpatinya,

“Semoga lekas sembuh, kami semua mendoakanmu.”

Setelah hampir mengakhiri kariernya dan menjalani berbagai pengobatan, Lennon akhirnya kembali merumput. Berkat keberhasilannya kembali ke lapangan hijau, melalui akun Twitter-nya, pemain asal Inggris ini mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang membantunya bangkit.

“Aku tidak bisa menyebutkan nama setiap orang, tetapi sekali lagi aku ingin berterima kasih kepada keluarga dan teman-temanku, semua orang di Everton, para penggemar, dan semua orang di rumah sakit,”

Setelah memutuskan untuk hijrah dari Everton, kini Lennon berstatus sebagai pemain Burnley.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *