Deretan Pesepakbola Yang Saling Membenci Satu Sama Lain

Deretan Pesepakbola Yang Saling Membenci Satu Sama Lain

Sepakbola merupakan olahraga yang lekat dengan persaingan ketat. Dalam sebuah pertandingan, pemain kadang terlibat insiden hingga timbul kekerasan. Bahkan, insiden tersebut mampu menyulut rivalitas tensi tinggi pada setiap pemain.

Pada kesempatan kali ini, starting eleven akan menyajikan deretan pemain yang saling membenci satu sama lain..

1. Patrick Evra dan Luis Suarez

Dunia sepak bola sempat heboh dengan konflik yang terjadi antara Patrick Evra dan Luis Suarez. Peristiwa itu terjadi saat Liverpool bertemu dengan Manchester United pada lanjutan kompetisi Premier League. Suarez tampak terlibat percekcokan dengan Evra. Evra kemudian marah oleh perkataan Suarez dan hal tersebut menjadi bahan investigasi FA.

Setelah diselidiki, ternyata Suarez mengeluarkan kata “negro” yang ditujukan kepada Evra sebanyak tujuh kali. Menindaklanjuti kasus tersebut, FA menjatuhkan hukuman berat kepada Suarez. Dia dihukum tak boleh bermain dalam 8 pertandingan dan didenda sebesar 40 ribu paun atau sekitar 563 juta rupiah.

2. Zlatan Ibrahimovic dan Rafael van der Vaart

Zlatan Ibrahimovic dikenal sebagai pemain yang sangat keras. Hal itu terbukti kala dirinya bertemu Rafael van der Vaart di Ajax Amsterdam. Pada suatu ketika, Ibrahimovic merasa terganggu dengan van der Vaart, dengan mengatakan jika pria Belanda itu merupakan pemain yang gila hormat.

Ibrahimovic yang tak senang berkata jika dia akan mematahkan kaki rekan setimnya tersebut.

Sumbu perselisihan itu kemudian tersulut ketika Ibrahimovic menekel Van der Vaart pada sebuah laga internasional antara Belanda vs Swedia. Van der Vaart yang kesal kemudian meminta Ibrahimovic meminta maaf ketika keduanya kembali ke klub, namun Ibrahimovic menolak. Setelah kembali ke Belanda, keduanya tak pernah terlihat bersama.

3. Oliver Kahn dan Jens Lehmann

Oliver Kahn dan Jens Lehmann adalah kiper papan atas Jerman di era 2000-an. Permusuhan keduanya diawali karena pergantian pelatih tim nasional. Kahn masih menjadi kiper utama yang sempat membawa Jerman jadi runner up Piala Dunia 2002. Namun, di tahun 2006 semua berubah sejak Jurgen Klinsmann melatih Die Mannschaft dan memberi kesempatan pada keduanya untuk mencicipi laga internasional.

Hingga pada akhirnya Lehmann mendapat kesempatan menjadi kiper utama di Piala Dunia 2006. Sejak itu, hubungan keduanya memburuk karena Kahn merasa tersingkirkan.

4. Roy Keane dan Patrick Vieira

Saat masih bersama Manchester United, semua orang mengenal sosok Roy Keane sebagai bek tangguh yang tak segan melakukan pelanggaran.

Permusuhan dengan Vieira yang saat itu masih berseragam Arsenal dimulai di lorong stadion Arsenal. Saat melihat beberapa pemain The Gunners ingin mengeroyok Garry Neville, Keane langsung menengok ke belakang dan melihat apa yang terjadi. Lalu, adu jotos dengan legenda Prancis itupun tak bisa terhindarkan.

Dalam wawancara, Keane menungkapkan bahwa dia terpancing emosi karena Vieira berusaha membully Neville. Sementara Neville berusaha bersikap netral dengan mengatakan bahwa pemicunya adalah laga sebelumnya yang berlangsung di Old Trafford.

5. John Terry dan Wayne Bridge

John Terry memang sosok hebat sebagai kapten di Chelsea dan tim nasional Inggris. Tetapi kasus memalukan dengan Wayne Bridge turut mencemari nama baiknya.

Semua berawal ketika Terry berselingkuh dengan mantan pacar Wayne Bridge, Vanessa Peroncel, beberapa minggu setelah pisah. Peroncel bahkan sempat hamil akibat ulah Terry. Terry pun harus jadi bulan-bulanan publik saat kasus ini bocor di media. Beberapa hari kemudian saat Chelsea dan Manchester City bertemu, Bridge tidak mau berjabat tangan dengan John Terry.

6. Teddy Sheringham dan Andy Cole

Meskipun sempat sukses bersama di Manchester United, Cole dan Sheringham nyatanya terlibat sebuah perselisihan. Penyebabnya cukup sederhana, yaitu Sheringham mengabaikan jabat tangan yang ditawarkan Cole dalam pergantian pemain saat memperkuat Timnas Inggris.

Cole merasa harga dirinya tercoreng akibat tindakan Sheringham tersebut, karena laga spesial itu merupakan debut Cole bagi The Three Lions dan disiarkan langsung. Sejak saat itu, keduanya tak pernah saling berinteraksi, ditambah sikap Sheringham yang menolak untuk meminta maaf.

7. Diego Maradona dan Pele

Rivalitas Pele dan Maradona menjadi salah satu perdebatan terpanas dalam dunia sepak bola. Setelah pensiun sebagai pemain, keduanya sering melontarkan komentar pedas antara satu dengan yang lain.

Diantaranya adalah ketika Pele sempat berkomentar mengkritik Maradona yang dilarang bermain akibat penggunaan obat-obatan. Sebagai balasan, Maradona melontarkan pernyataan bahwa bintang Brasil itu hilang keperjakaannya pada seorang laki-laki.

Meski kerap berbalas kritik pedas, keduanya tetap terlihat akur saat berada dalam ruangan yang sama.

Itulah beberapa pemain yang membenci satu sama lain. Bagaimana menurut football lovers? Silahkan tulis komentar kalian dibawah. Jangan lupa untuk like dan share..

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *