Biografi Mario Gotze

Biografi Mario Gotze

Mario Gotze, lahir pada 3 Juni 1992 di Memmingen, Jerman. Ia lahir dari pasangan Astrid Gotze dan Jurgen Gotze.

Sejak kecil, Gotze sudah terbiasa hidup nyaman karena seperti diketahui, sang ayah merupakan seorang professor di Universitas Teknologi Dortmund. Sang ayah menerima gelar PhD di tahun 1990 sebelum putranya, Gotze, lahir.

Sementara sang ibu, Astrid Gotzem merupakan seorang ibu rumah tangga yang sangat luar biasa. Dibalik karir gemilang ayah Gotze, ibunya memiliki peran yang sangat vital.

Mario Gotze sendiri memiliki dua saudara, diantaranya Fabian Gotze dan Felix Gotze. Ketiganya merupakan pria yang sangat baik. Melalui didikan ayah dan tentunya sang ibu, Fabian, Mario, dan Felix Gotze tumbuh menjadi seseorang yang tak mudah menyerah.

Kedua orang tuanya juga tak ingin memaksa anak-anaknya untuk meneruskan jejak sang ayah sebagai profesor teknik. Mereka benar-benar membebaskan bakat dan minat sang anak.

Gotze sendiri memilih karirnya untuk menjadi seorang pesepakbola. Dia mulai bergabung dengan akademi Dortmund pada usia delapan tahun. Dia memulai debutnya di Bundesliga pada 2009 saat masuk sebagai pemain pengganti.

Menjalani musim yang sangat bagus, Gotze kemudian dipromosikan ke tim utama pada 2009/10. Di musim selanjutnya, permainannya terus berkembang hingga mampu mencetak delapan gol dan sebelas assist.

Tampil gemilang bersama Dortmund, Gotze memulai debutnya bersama timnas Jerman pada November 2010. Saat itu, Jerman hanya bermain imbang melawan Swedia. Pertandingan keduanya bersama Jerman ia lakukan saat tim panser menggelar laga persahabatan melawan Italia pada Februari 2011.

Sementara gol pertamanya untuk Jerman, ia ciptakan pada laga melawan Brasil di bulan Agustus. Ketika itu, Gotze menjadi pencetak gol termuda untuk tim panser Jerman.

Penampilannya bersama Borussia Dormund tak terlalu berjalan mulus. Pada tahun 2011, Gotze sempat didera cedera serius. Meski begitu, setahun setelahnya, ia menandatangani kontrak baru bersama Dortmund.

Kembalinya Gotze ke tim berujung manis. Tahun 2012, ia berhasil masuk kedalam skuat Juara Borussia Dortmund, yang mana mengantongi poin sebanyak 81. Pada musim 2012/13, Gotze tampil gemilang melawan Werder Bremen. Dirinya mencetak gol kemenangan bagi tim meski hadir sebagai pemain pengganti.

Pertandingan selanjutnya yang mempertemukan antara Dortmund melawan Hannover 96, Gotze sukses mencetak hattrick. Dortmund pun dibawanya menang dengan skor 5-1.

Tahun 2012 menjadi tahun yang cukup berwarna bagi Mario Gotze. Selain tampil gemilang bersama Dortmund, ia juga memulai debut pada gelaran Euro 2012. Dan, Gotze mulai menjalin hubungan dengan wanita pujaannya, yaitu Ann-Kathrin Brommel.

Wanitanya itu merupakan seorang penyanyi, model, sekaligus blogger terkenal asal Jerman. Dirinya sempat masuk kedalam 10 besar model terbaik Jerman.

Bukan hal mengejutkan bagi Gotze untuk bisa memenangkan hati wanita cantik nan seksi itu. Pasalnya, Gotze masuk kedalam pria tampan asal Jerman versi majalah GQ. Majalah GQ sendiri merupakan majalah pria yang berbasis di New York, yang mana merangkum berbagai hal tentang mode, gaya, hingga budaya seorang pria.

Gotze mengaku sangat menjaga penampilannya. Ia butuh kerja ekstra untuk bisa berpenampilan rapih dan stylist.

Menyusul penampilan apiknya bersama Borussia Dortmund, Gotze diminati oleh raksasa Jerman lainnya, FC Bayern. Di tahun 2013, dirinya resmi berseragam The Bavarian dengan biaya transfer sekitar 37 juta euro.

Gotze mencetak gol pertamanya untuk Bayern pada laga melawan Viktoria Plzen di kompetisi Liga Champions Eropa. Musim pertamanya bersama Bayern diakhiri dengan 15 gol dan 14 assist.

Musim berikutnya penampilan Gotze meningkat, dirinya sukses menyarangkan 15 gol dalam satu musim kompetisi. Menyusul penampilan gemilangnya, sahabat dari Marco Reus inipun masuk kedalam skuat Jerman yang pentas di gelaran Piala Dunia 2014.

Piala Dunia 2014 menjadi momen paling membahagiakan bagi Gotze. Dirinya berkontribusi besar dalam kemenangan timnas Jerman di partai puncak melawan Argentina.

Masuk sebagai pemain pengganti, Gotze sukses menyarangkan satu-satunya gol kemenangan bagi negaranya itu. Dengan hasil tersebut, Jerman berhak menjadi juara dunia tahun 2014.

Mario Gotze meraih predikat ‘man of the match‘ dan dinobatkan sebagai pemain pengganti pertama dalam sejarah yang mampu mencetak gol kemenangan di laga final Piala Dunia.

Sepatu yang ia kenakan untuk mencetak satu-satuya gol kemenangan bagi Jerman itupun masuk kedalam museum sepak bola Jerman.

Selain dipersembahkan untuk rakyat Jerman, gol yang ia cetak pada laga final Piala Dunia tersebut juga didedikasikan kepada sahabatnya, Marco Reus, yang saat itu tak bisa ikut ke Brasil karena sedang mengalami cedera parah.

Kembali bergelut dengan FC Bayern, Gorze terus mengembangkan kemampuannya. Meski pada musim 2015/16 menjadi musim yang tak cukup baik baginya, ia terus mencoba untuk memberikan segalanya.

Setelah dirasa cukup berpetualang bersama Bayern, Gotze memutuskan untuk kembali ke pelukan Dortmund di musim 2016/17. Kepulangannya tak selamanya berakhir manis. Ia sempat dicap sebagai penghianat oleh beberapa penggemar Dortmund.

Banyak ada beberapa penggemar yang menuliskan banner anti-gotze. Meski begitu, ia tetap ditakdirkan untuk Dotmund. Seiring berjalannya waktu, para penggemar memahami situasi yang dialami Gotze.

Selain dicaci oleh penggemar Dortmund, Gotze juga sempat mengalami masalah pada kondisinya di tahun 2017. Gotze harus menepi dalam beberapa waktu tertentu karena terjadi gangguan metabolisme tubuh yang ditemukan dalam laporan tes medis terkait cedera ototnya.

Sekembalinya ke Signal Iduna Park, Gotze terus menunjukkan permainan terbaiknya.

Gaya bermainnya yang cepat, teknis, serta kreatif membantunya untuk terus bertahan di tim utama Borussia Dortmund.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *