Ketika Sang Pujaan Hati Tentukan Nasib Luis Suarez

Ketika Sang Pujaan Hati Tentukan Nasib Luis Suarez

Dibalik pria hebat, selalu ada wanita yang mendukungnya.

Ungkapan itu mungkin cocok untuk menggambarkan kisah cinta Luis Suarez bersama sang istri, Sofia Balbi.

Luis Suarez lahir dari keluarga miskin. Keluarganya bahkan harus pindah ke Montevidio untuk mencari uang. Masa-masa kecil pemain FC Barcelona ini dirundung banyak kepiluan.

Saat masih berusia 9 tahun, dirinya harus mencari uang dengan bekerja sebagai penyapu jalanan. Meski begitu, Suarez tetap gigih berlatih sepak bola. Hingga pada akhirnya, di usia 14 tahun, Suarez jatuh cinta dengan seorang wanita bernama Sofia.

Keduanya berkenalan dan menjalin hubungan spesial.

Sofia merupakan wanita cantik dengan rambut pirang keemasan. Keduanya sering bertemu dan menghabiskan waktu bersama. Bahkan, Sofia menjadi sosok penting dalam hidup Suarez.

Wanita itulah yang pada akhirnya menguatkan Suarez saat kedua orangtuanya memutuskan untuk bercerai. Wanita itulah yang pada akhirnya menghindarkan Suarez dari kebiasaan buruk yang sering ia lakukan.

Luis Suarez pun menjadi kokoh dan semangat bekerja keras. Siang bermain bola, malam hari mengerjakan tugas-tugas sekolah. Ketika itu, Suarez juga sudah menerima honor dari Nacional.

Penampilannya bersama klub lokal itupun sangat mengesankan. Apalagi ia sering ditoton oleh Sofia, sang pujaan hati.

Wilson Pirez seorang pemandu bakat Nacional menuturkan, Sofia kerap terlihat di pinggir lapangan ketika Luis Suarez sedang menjalani latihan bola.

“Dia tidak cukup siap mental untuk menjadi pemain sepakbola. Tapi kehadiran Sofia membuat anak itu begitu lapar untuk sukses.”

Menampilkan performa mengesankan untuk membantu Nacional bersaing menuju tangga juara Liga Uruguay, Suarez ternyata kehilangan bagian penting dalam hidupnya.

Sofia pindah ke Barcelona, Spanyol, pada 2003 silam untuk mengenyam pendidikan, dan tentunya, meninggalkan Suarez di Uruguay.

“Ketika Sofia pergi untuk tinggal di Spanyol, aku berhenti bermain bola,”

“Tapi waktu itu, aku menyadari bahwa aku harus mendedikasikan diri untuk olahraga indah ini.”

Jarak benar-benar menjadi masalah bagi Suarez, dirinya tetap ingin bertemu Sofia dan selalu berada di dekatnya. Dalam wawancara dengan Channel 10, Suarez mengungkapkan pengalaman buruknya saat menyusul Sofia ke Barcelona.

Pada usia 16 tahun, ia pernah mendapat pengalaman pahit di bandara akibat keinginannya menemui Sofia.

“Aku bisa mendapat tiket ke Barcelona, namun aku tak punya uang untuk pergi ke sana. Kakakku lantas meminjamkan uang, sekitar 45 euro,”

“Penerbangan ke sana sangatlah panjang, aku bingung, dan mereka menahanku di bandara. Aku masih berusia 16 tahun, aku tidak punya alamat untuk dituju, aku tidak punya apa-apa.”

Suarez mengungkap bahwa ketika dirinya mendarat di bandara, Sofia sudah menunggu hingga lebih dari dua jam. Hal itu dikarenakan ia dianggap tak memiliki tujuan yang jelas. Ia ditahan, dan diinterogasi dalam waktu yang cukup lama.

Setelah seorang petugas menemukan sebuah alamat didalam tas Suarez, mereka pun membiarkannya pergi. Akan tetapi, ia tak pernah bisa bertemu Sofia, karena wanita pujaannya itu sudah menunggu terlalu lama dan tidak berada disana lagi.

Hal tersebut benar-benar menjadi pengalaman yang amat pahit baginya.

Setelah itu, Suarez fokus untuk terus berlatih agar bisa menemui Sofia.

Ketika Groningen menyatakan positif ingin merekrutnya, Luis Suarez begitu bahagia. Hari bersejarah itu pun tiba. Dirinya pergi ke Belanda dengan berjuta harapan.

Kepindahan Suarez ke Groningen, membuat dirinya dan Sofia menjadi hanya terpisahkan oleh penerbangan selama dua jam saja.

Bahkan gemilau karier Suarez yang kemudian pindah ke Ajax Amsterdam semakin bersinar, setelah Sofia menyusulnya ke Belanda untuk tinggal bersama dan akhirnya keduanya menikah pada 2009 lalu.

Setelah mencetak 126 dari 196 pertandingan dalam berbagai kompetisi di Belanda, Suarez kemudian hijrah ke Liverpool.

Wanita itu benar-benar merubah hidupnya. Suarez menjadi lebih hebat dan percaya diri.

Tampil produktif bersama Liverpool, Suarez akhirnya berlabuh ke Barcelona pada musim panas 2014. Impiannya pun terwujud. Setelah berhasil menikah dengan Sofia, Suarez pun bisa lebih dekat dengan keluarga istrinya yang berada di Barcelona.

Mulai dari sosok penyemangat, Sofia berhasil merubah hidup Luis Suarez.

Segala hal negatif ditinggalkan oleh pemain asal Uruguay itu demi bisa dekat dengan sang istri. Bahkan, secara tak langsung karier sepak bola nya ditentukan oleh Sofia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *