Kaka, Pemain Terbaik Dunia yang Relijius

Kaka, Pemain Terbaik Dunia yang Relijius

Football lovers sudah paham bahwa Kaka adalah manusia terakhir yang memenangi gelar pemain terbaik dunia sebelum era Ronaldo-Messi. Ricardo Izecson Dos Santos Leite, demikian nama lengkapnya, hingga kini terus dikenang sebagai gelandang serang mematikan yang dipuja semua orang.

Yang membedakannya dari banyak pesepakbola lain ialah, bahwa Kaka merupakan pribadi yang baik dan dikenal sangat religius. Ia memang terlahir dari keluarga yang sangat religius. Berkat didikan orang tuanya, ia bisa mempertahankan iman saat sudah mencapai keglamoran sekalipun. Dalam sebuah wawancara Kaka menyebut pendidikan spiritiual yang ia terima dari keluarga adalah hal terpenting yang ia miliki dalam hidup.

Keyakinannya semakin menguat tatkala selamat dari insiden mengerikan saat usianya 18 tahun. Ia sedang bersantai di kolam renang saat tiba-tiba terpeleset, tercebur, dan kepalanya terbentur dasar kolam renang. Tulang punggungnya ada yang patah dan dia harus berdiam diri di meja perawatan selama beberapa pekan.

Kaka tidak minum minuman beralkohol. Ketika dia menerima penghargaan sebagai pemain terbaik dunia, atau ketika dalam momen perayaan lain, ia tidak merayakannya dengan minum sampanye, berpesta, atau hal-hall glamor lain. Ia memilih terbang ke rumahnya di Sao Paulo, mengucapkan syukur di gereja evangelikan kota.

Ia juga tidak bermain wanita. Ia menikahi pujaan hati masa kecilnya, Caroline Celico, pada 2005. Menurut pengakuan Kaka, ia menjaga keperjakaannya hingga menikahi Celico. Kelahiran putra pertamanya Luca pada 2009 ia sebut sebagai “kemenangan dan penaklukan”. Keduanya pernah berkolaborasi menciptakan album yang bertemakan religi pada 2010.

Sisi religius Kaka juga bisa dilihat saat dirinya beraksi di lapangan. Tiap kali mencetak gol, yang ia lakukan lebih dari 90 kali di AC Milan, ia selalu mengarahkan dua telunjuk ke atas dan membentuk tanda salib dengan tangan untuk menunjukkan rasa syukur.

Dalam beberapa momen penting, seperti saat menjuarai Piala Dunia 2002, meraih Serie A 2003/04, atau saat merengkuh Liga Champions 2006/07, ia selalu mencopot jerseynya, lalu mempertontonkan kaus bertuliskan, “Aku milik Jesus” sebagai ucapan terima kasih pada yang maha kuasa.

Kaka juga mengakui buku favoritnya adalah Injil, yang dibacanya tiap hari. Musik favoritnya? Sebuah band religi asal Brasil yang selalu mengeluarkan lagu bernuansa kristiani.

Pada 2017, ia memutuskan pensiun. Selama kariernya, ia telah berkontribusi maksimal ke Sao Paulo, AC Milan, Real Madrid, dan Orlando City.

Ucapan syukurnya saat ia pensiun sungguh religius: “Bapa, semua ini (prestas) lebih banyak daripada yang pernah aku bayangkan. Terima kasih! Aku siap untuk perjalanan berikutnya. Dengan nama Jesus. Amin.”



Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *