Fellaini: Simbol Periode Kelam Manchester United

Fellaini: Simbol Periode Kelam Manchester United

Beredar kabar bahwa Fellaini setuju untuk bergabung dengan Shandong Luneng. Jika benar, maka masa bakti pemain asal Belgia bersama Manchester United ini genap berusia lima setengah tahun.

Meski sempat dipercaya Jose Mourinho, pemain berusia 31 tahun ini mulai terpinggirkan sejak kedatangan pelatih Ole Gunnar Solskjaer di kubu setan merah.

Pada tahun 2013, Fellaini resmi berseragam Manchester United dengan mahar 27,5 juta paun. Gemilang bersama Everton menjadi salah satu alasan mengapa tim asal kota Manchester itu merekrut Fellaini.

Berbagai harapan pun seketika jatuh ke pundak Fellaini. Dianggap sebagai gelandang terbaik yang akan mampu mengisi kekosongan tim, dirinya ternyata gagal menunjukkan skill luar biasanya saat bersama Everton.

Musim pertamanya bersama MU tak berjalan mulus, dirinya hanya bermain sebanyak 21 kali di semua ajang. Dengan performanya yang seakan tak berkembang, Setan Merah seakan ingin melepasnya. Namun, berkali-kali ia bertahan.

Gaya bermain Fellaini benar-benar jauh dari harapan para penggemar. Banyak yang mencelanya hingga menjadi bahan candaan di dunia maya.

Meski beberapa kali menjadi penyelamat tim, Fellaini tetap dianggap sebagai pemain yang tak mampu mencapai level tim. Entah karena hadir pada masa-masa sulit Manchester United atau bukan, nyatanya Fellaini tetap tak mampu bersinar.

Sepeninggal Sir Alex Ferguson, Manchester United memang sedang mencoba untuk mencari jati diri sebenarnya. Beberapa kali berganti pelatih, namun performa mereka tak kunjung membaik.

David Moyes menjadi orang paling bertanggung jawab atas kedatangan Fellaini ke Old Trafford. Saat itu, Moyes menganggap bahwa Fellaini mampu mencapai level Cesc Fabregas bahkan Toni Kross.

Transfer ceroboh itupun seakan menandai periode kelam setan merah. Selain Moyes yang gagal memberikan yang terbaik, dirinya juga membawa Fellaini menuju ke tempat yang salah.

Dalam 177 pertandingannya bersama Manchester United, Fellaini hanya mampu mencetak 22 gol saja. Jelas itu menjadi sebuah kekhawatiran.

Jika dirata-rata, Fellaini hanya mampu mencetak satu gol dalam 307 menit pertandingan. Untuk pemain yang diplot sebagai gelandang pun Fellaini dianggap gagal.

Soal sentuhan, Fellaini masih kalah dengan dua gelandang lainnya, Fred dan Matic. Sejauh ini, dirinya pun hanya mampu mengirim assist sebanyak 12 kali.

Setelah hanya sembilan bulan bertugas, Moyes pun pergi meninggalkan Old Trafford. Namun Fellaini tetap tinggal untuk bekerja sama dengan para pelatih selanjutnya.

Sembari menikmati masa-masa transisi, Fellaini terus mencari tempat untuk bisa menonjolkan kemampuannya.

Saat Louis van Gaal datang, Fellaini mencetak enam gol dalam satu musim. Setelah itu, dirinya sedikit cocok dengan pelatih selanjutnya, yakni Jose Mourinho.

Mourinho dianggap mampu memanfaatkan bakat unik Fellaini. Hasilnya, pria Belgia itu berjasa dalam beberapa gelar Manchester United.

Akan tetapi, Fellaini tetap dianggap gagal dalam menunjukkan kemampuannya. Ia menjadi simbol periode kelam klub dimana ekspektasi para penggemar tak terpenuhi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *