Bagaimana Caranya Ronaldo Melompat Begitu Tinggi?

Bagaimana Caranya Ronaldo Melompat Begitu Tinggi?

Cristiano Ronaldo sudah lama dianggap sebagai bukan manusia biasa. Ia punya segudang senjata dalam tubuhnya yang bisa ia pergunakan untuk menjadi pemain terbaik dunia. Satu hal mencolok yang kerap ia tampilkan dalam berbagai momen penting ialah lompatannya yang begitu tinggi.

Laga 16 besar Liga Champions 2012/13 kontra Manchester United bisa menjadi contoh. Pada leg pertama yang berakhir dengan skor 1-1, ia mencetak gol penyama kedudukan bagi Real Madrid. Gol tersebut dilakukannya dengan mengangkangi Patrice Evra, lantas melentingkan tubuhnya hingga mencapai titik maksimal guna menjangkau bola. Di saat Evra tak terpikirkan untuk menggapai bola, Ronaldo malah dengan mudah menyundul bola.

Pada musim lalu kala menghadapi Juventus di perempat final Liga Champions 2017/18, Ronaldo mencetak gol kedua dengan salto spektakuler. Tak ada yang mengira ia akan melakukannya mengingat bola kiriman Dani Carvajal tersebut bahkan tak mampu dijangkau bek Juventus.

Nyatanya, Ronaldo membalikkan tubuhnya dan menghantam bola dengan menawan. Kaki Ronaldo dilaporkan mencapai tinggi 2 meter 38 centimeter saat mengenai bola. Posisi punggungnya saat dalam posisi horisontal juga berada di ketinggian tak masuk akal, yakni 141 centimeter.

Yang menjadi pertanyaan, bagaimana Ronaldo melakukannya?

Well, sejumlah ilmuan mencoba menelaah kondisi fisik Ronaldo pada 2011. Hasil penelitian tersebut diabadikan dalam film dokumenter berjudul “Ronaldo: Tested to The Limit”. Tubuh ronaldo dianalisis guna mendapatkan detail yang amat mungkin mempengaruhi cara Ronaldo melompat.

Hasilnya, terdapat sejumlah poin utama:

Ronaldo lemak tubuh tiga persen lebih rendah daripada supermodel. Ia punya lingkar otot paha sebesar 61,7 cm. Ia dapat berlari sejauh 25 meter hanya dalam 3,61 detik, hanya berselisih sepersekian detik dari sprinter profesional.

Dengan bentuk tubuh seperti itu, Ronaldo bisa mencapai tinggi 44 cm bila melompat dari kondisi diam. Ia jelas tak mungkin berada dalam posisi diam di pertandingan.

Bila dalam kondisi berlari, terlebih dengan ditopang otot-otot tungkai yang terus dilatih, Ronaldo mampu melompat hingga 78 cm. Angka tersebut lebih tinggi daripada rata-rata lompatan pemain NBA yang Cuma 71 cm.

Gaya saat Ronaldo melakukan tolakan hampir menembus 5 m/s2, sebanding dengan tolakan astronot saat lepas landas dari bumi.

Apa yang menjadikan Ronaldo lebih istimewa dibanding jado sundul lain ialah bahwa ia begitu memperhatikan teknik lompatan. Ia membawa tungkai dan lututnya ke atas saat melompat, lalu menekuknya sedikit ke belakang. Gerakan simpel ini dapat menolak gravitasi sejenak dan memberi kesan seakan ia menggantung di udara.

Dengan decision making dan dengan melompat di waktu yang tepat, ia bisa menggapai bola di titik tertinggi. Dalam beberapa jepretan, lompatan Ronaldo terlihat sanggup menyamai seorang kiper yang merentangkan tangannya.

Tentu saja, Ronaldo harus mempertahankan etos latihan, memperkuat otot-otot penunjang, dan kontrol makanan yang ketat agar mendapatkan tubuh yang sempurna. Jadi, ujar-ujar bahwa Ronaldo adalah pemain terbaik dunia karena bisa menggunakan dua kaki serta kepalanya adalah benar adanya…

Eits, mumpung lagi bahas lompatan super, kita harus menyebut Bambang Pamungkas, top skorer sepanjang masa tim nasional yang terkenal karena lompatan dan sundulannya…

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *