[Biografi] Neymar: Bergelimang Trofi di Usia Muda, dan Masih Punya Banyak Waktu untuk Menambah Rekor

[Biografi] Neymar: Bergelimang Trofi di Usia Muda, dan Masih Punya Banyak Waktu untuk Menambah Rekor

Lahir pada 5 Februari 1992 di Sao Paulo, Brasil, Neymar mencuri perhatian dunia dengan kemampuan olah bola di usia yang masih sangat muda. Dia mulai merekah di Santos FC saat masih remaja, masuk dalam tim terbaik Liga Brasil tiga tahun beruntun sebelum pindah ke Barcelona pada usia 21 tahun. Ia kini menjadi kapten timnas Brasil dan sedang memegang rekor sebagai pemain termahal dunia.

Neymar Santos Sr, ayah dari bintang Paris Saint-Germain tersebut sempat ragu anak pertamanya tersebut dapat lahir ke dunia. Ia tak sanggup mempersiapkan perawatan untuk kelahiran sang anak. Ia mengakui tidak membangun keluarganya dari titik nol, melainkan minus lima.

Pada usia empat bulan, bayi Neymar secara ajaib selamat dalam kecelakaan mobil setelah dilempar ayahnya ke luar mobil. Neymar Sr harus menelan cedera pangkal paha, dan harus mengakhiri karier sepak bola amatirnya.

Semasa balita, Neymar dan keluarganya seringkali menghabiskan hari demi hari tanpa pasokan listrik. Mereka menggunakan lentera untuk menerangi rumah kecil keluarga Neymar Sr. Penghasilan ayahnya dari bermain sepak bola kini tak ada lagi setelah komplikasi cedera sejak kecelakaan mobil.

Mereka sekeluarga terpaksa pindah ke rumah mungil kakek Neymar. Keluarga kecil yang kini ketambahan Raffaela, adik Neymar, tersebut harus berbagi satu ranjang.

Sementara Neymar kecil mulai berkenalan dengan bola di jalanan dan lapangan futsal, Neymar Sr harus mengambil tiga pekerjaan sekaligus: buruh pabrik, mekanik, dan sales. Mereka tinggal di rumah itu hingga Neymar menerima kontrak profesional pertamanya.

Neymar kecil tumbuh dengan kecintaannya akan futsal dengan kemampuan sepak bola jalanan. Bahkan pada usia 5 tahun, ia sudah berani bermain dengan anak lebih tua di jalanan. Tak masalah bahwa gawangnya dari sandal dan bolanya hanyalah batu. Ia lalu direkrut oleh klub futsal setempat di usia tujuh tahun. Dalam usia 11 tahun, ia telah diikat oleh Santos FC, dan menerima kontrak pemain muda pada 2003.

Bakatnya ternyata terdengar sampai ke Eropa. Setelah berkunjung ke Spanyol, ia ditawari belajar di akademi Real Madrid pada usia 14 tahun. Manajemen Neymar membujuknya agar tetap bertahan dengan iming-iming bonus besar.

Sama seperti banyak bintang Brasil lainnya, ia menjalani debut di tim utama Santos di usia sangat muda, 17 tahun pada 2009. Sejak saat itu ia sudah membuat publik menganggapnya sebagai bintang yang telah mekar.

Ia lalu mengantarkan Santos menjadi juara Liga Brasil dan Piala Brasil, serta menjadi pemain terbaik Brasil dalam tiga tahun beruntun. Saat itu pula ia mulai bercukur mohawk, yang membuatnya mudah dikenali di lapangan dan menjadi panutan bagi anak-anak. Setelah menyabet Puskas Award dan Copa Libertadores, ia lantas menyeberang ke Eropa.

Neymar dipresentasikan oleh Barcelona di hadapan 56,500 penonton di Camp Nou setelah membayar Santos sebesar 57,1 juta Euro. Di klub ini, ia bergabung dengan pemain terbaik dunia Lionel Messi, yang lalu akan dilengkapi oleh striker ganas Uruguay Luis suarez.

Bermain di klub terbesar dunia bersama pemain-pemain terbaik dunia membuat Neymar meraih segalanya. Membentuk trio MSN yang mengoyak jala lawan lebih dari seratus kali di musim 2014/15, ia sukses meraih treble. Ia dianggap sebagai calon pemain terbaik dunia berikutnya setelah era Lionel Messi berakhir.

Bagaimanapun, ia sudah pindah lagi ke PSG. Di klub terkaya Perancis tersebut, ia ditebus dengan 222 juta Euro, jumlah yang membuatnya jadi pemain terbaik dunia. Ia sudah menjuarai Liga Perancis di sini, tapi masih terus memburu kejayaan di Eropa.

Selain itu, ia juga masih punya tugas belum terselesaikan di timnas Brasil.

Walau telah mencetak 60 gol, yang merupakan ketiga terbanyak di timnas Brasil, ia belum mempersembahkan trofi untuk negaranya. Ia bahkan menjadi bagian dari skuad yang dibantai Jerman 7-1 di kandang sendiri pada Piala Dunia 2014.

Kini, dalam usia 26 tahun, ia masih punya banyak waktu untuk menambah koleksi trofi. Piala Dunia bagi timnasnya belum, Liga Champions untuk PSG juga belum. Di luar itu, berminatkah Neymar memburu trofi Liga Inggris?

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *