Osama Bin Laden: Kisah Penjahat Internasional Yang Cinta Kepada Arsenal

Osama Bin Laden: Kisah Penjahat Internasional Yang Cinta Kepada Arsenal

Arsenal menjadi salah satu klub sepakbola terpopuler di seluruh dunia. Wajar bila banyak pecinta bola yang mengangumi klub asal kota London tersebut. Bahkan, penggemarnya diketahui tak hanya hadir dari kalangan orang biasa. Seorang rapper terkenal, Jay-Z pun mengaku bahwa ia adalah pecinta klub Arsenal.

Selain Jay-Z, ada nama-nama besar lain nya yang juga menjadi bagian dari fans tim meriam London, seperti penyanyi Dido, aktor Tom Cruise, Grup Band Queen, hingga kalangan politisi seperti Presiden Rwanda Paul Kagame, Pangeran Harry dan Pemimpin Cuba Fidel Castro. Dan percaya atau tidak, pimpinan Al-Qaeda yang bernama Osama Bin Laden pun mengaku bahwa ia merupakan penggemar Arsenal.

Pengungkapan fakta ini terjadi tepat setelah peristiwa WTC 9-11 dalam buku terbitan Adam Robinson, Bin Laden: Behind the Mask of a Terrorist. Sejak saat itu, kredibilitas fakta ini terus diperkuat oleh beberapa penulis, termasuk penulis biografi Bin Laden yang terkenal, Yossef Bodansky.

Diketahui, Osama sering menyaksikan pertandingan-pertandingan Arsenal di Highbury semasa tinggal di London pada tahun 1990-an. Bukan hanya laga kandang, Osama juga kerap datang langsung ke stadion untuk laga-laga away Arsenal, termasuk saat Arsenal mengalahkan Parma pada final Piala Winners 1993/94 di Parken Stadium, Copenhagen.

Bukan itu saja, Osama juga membelikan kostum Ian Wright, penyerang handal Arsenal di era 90-an, untuk anaknya, Abdullah. Hal itu diungkapkan penulis buku Adam Robinson.

Teman semasa kecilnya, Khaled Batarfi berkomentar tentang Osama,

“Pada musim panas, setelah kita pulang dari masjid, biasanya kami bermain. Saat kita berdebat “itu tadi gol, itu tadi pelanggaran”, hanya dia seorang yang enggan berdebat. Ia hanya bermain dengan gembira dan tak mau berdebat saat bermain bola.”

Mantan bodyguard Osama, Nasser Al Bahri juga mengatakan,

“Dia tinggi tapi juga bisa melakukan tendangan volley.”

Menurut Yossef Bodansky, setelah menikmati masa-masa nya sebagai penggemar Arsenal, Osama Bin Laden meninggalkan Inggris, menghindari ekstradisi ke Arab Saudi. Empat tahun kemudian, ia menjadi tersangka utama dalam pemboman Kedutaan Besar AS di Kenya dan Tanzania. Ada yang mengatakan bahwa ini adalah rencana B setelah usahanya untuk membantai tim Inggris dan Amerika di Piala Dunia 1998 gagal pada beberapa minggu sebelumnya.

Selama berita tentang Osama ini ramai dibicarakan, para penggemar Arsenal mulai menciptakan sebuah nyanyian aneh,

“Osama, Woah, Osama, Woah, He’s hiding near Kabul, He loves the Arsenal, Osama Oh oh oh oh!”

Pasca dirinya disebut sebagai penjahat Internasional, Arsenal bahkan sampai harus menggelar konferensi pers untuk mencekalnya masuk Higbury,

“Kami sudah melihat berita di beberapa media. Jelas, ke depannya ia tidak akan diperbolehkan lagi berada di Highbury,”

Romansa Sang pimpinan Al Qaeda dengan Arsenal tak berakhir manis. Pada akhirnya, Osama menjadi daftar hitam pengunjung yang tidak boleh memasuki stadion Highbury.

Osama sendiri tewas pada 1 Mei 2011 dalam sebuah serangan yang dilakukan oleh angkatan laut Amerika Serikat, Navy Seals. Osama dituding bertanggung jawab dalam serangan teror 1 September 2001 ke Amerika Serikat yang menewaskan hampir 3.000 orang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *